Cerpen Puisi

Untukmu yang Sedang “Menanti”

Untukmu yang sedang menanti, hingga kini tidakkah kau lelah dengan penantianmu? Tidakkah kau lelah dengan harapanmu? Tidakkah kau lelah dalam doamu? Lelah, ya kami pun sama.

Kami tahu, di antara kalian ada yang meminta dengan penuh harap disertai tetesan air mata dalam munajatnya. Kami tahu, di antara kalian ada yang memohon dengan sangat dalam sujudnya. Kami pun tahu, ada di antara kalian yang meminta dipilihkan yang terbaik di setiap malamnya. Kami pun demikian

Untukmu yang sedang menanti pilihan-Nya, bersabarlah. Bukankah engkau tahu Allah bersama orang-orang yang sabar?

Kami ingin bertanya, apakah engkau pernah patah hati? Bagaimana rasanya? Sakit? Ya, tentu hati kecilmu lebih mengetahuinya. Namun, semua yang sudah berlalu, biarkanlah pergi. Tak usah kau mengejar kembali. Mungkin Allah ingin mengingatkan kita, bahwa Ia tak ridho kita berharap pada selain-Nya.

Wahai kawanku, oleh sebab kau berharap pada makhluk-Nya, kau akan merasa kecewa. Mengapa kau tak mengaharap pada Allah yang menguasai hati setiap makhluk-Nya? Sesungguhnya, rasa sakitmu akan mudah terobati saat kau mengharap pada pemilik hati.

Untukmu yang sedang menanti pilihan-Nya, jika kau menyukai seseorang, jangan kau serahkan hatimu padanya, tetapi pasrahkanlah pada-Nya. Mintalah pertolongan dengan sholat istikhoroh agar ia tunjukkan jalan hatimu. Bukankah engkau menyakini bahwa Ia mengetahui seseorang yang terbaik untuk agama, dunia, dan akhiratmu?

Wahai kawanku, pernahkah kau merasa tak pantas untuk seseorang? Kau merasa tak bisa apa-apa? Ingatlah pesan ini, selama kau selalu memperbaiki dirimu, kau tak perlu putus asa. Percayalah dengan dirimu sendiri. Jika dirimu sendiri tidak kau percaya, bagaimana kau dapat menjadi lebih baik? Perbaikilah dirimu sampai saat pertemuan itu tiba. Sesungguhnya, semakin baik diri kita, semakin baik pula jodoh kita.

Janganlah kau mengandalkan segala usahamu untuk menjemput pilihan-Nya, namun bergantunglah pada anugerah-Nya. Jangan pula kau berdiam diri, karena anugerah Allah di dapat melalui usaha dan doa.

Jodoh itu rahasia Allah. Ia Yang Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Barangkali kau menyukai seseorang, namun ia tidak baik untukmu lalu Allah jauhkan dirimu darinya.  Barangkali kau tidak menyukai seseorang tapi ia baik untukmu, lalu Allah lunakkan hatimu untuknya.

Sekuat apapun kau memperjuangkan seseorang, jika ia bukan jodohmu, engkau tak akan pernah bisa bersatu. Oleh sebab itu, jangan terlalu khawatir akan jodohmu. Jodoh itu pasti bertemu.

Wahai perempuan, ingatlah. Sebaik-baik bukti kesungguhan laki-laki kepadamu adalah ia yang berani melamarmu. Dan engkau wahai laki-laki, sebaik-baik bukti kesungguhan perempuan padamu adalah ia mempersilakanmu untuk datang menemui walinya. Sesungguhnya yang demikian itu akan menjaga kesucian hati keduanya.

Untukmu yang sedang menanti pilihan-Nya, izinkan kami menutup pesan ini..

Jangan lelah berharap pada Allah, karena Ia menyukai hamba-hamba-Nya yang senantiasa meminta.

Jangan lelah menanti karena-Nya, karena sebaik-baik rencana adalah rencana-Nya.

Jangan lelah pula berdoa kepada-Nya, karena engkau sedang berdoa pada pemilik segalanya. Apakah engkau tahu, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk berdoa, meskipun hanya meminta garam?

Wahai kawan, alangkah indahnya orang yang berkata “Saat Zulaikha mengejar cinta Yusuf, Allah jauhkan Yusuf  darinya, tetapi saat Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah dekatkan Yusuf padanya.” Apa yang selama ini kita kejar?

Jika rindu kita saat ini diiringai tangisan harapan, percayalah bahwa suatu saat nanti kita akan menemukan tangisan kebahagiaan karena pertemuan. Semoga Allah menghilangkan segala kesusahan dan kesedihan, melindungi kita dari merasa lemah dan kemalasan, menyibukkan kita pada ketaatan, dan menjadikan dunia sebagai wasilah menuju sebaik-baik kehidupan.

About the author

Arif Ahmad

Arif Ahmad

Alumnus angkatan 2013
Asal Bantul Yogyakarta

Add Comment

Click here to post a comment