Puisi Suara Santri

Sepertiga Malam Untuk Sang Kekasih

Keheningan malam yang sunyi

Ku bersempuh dihadapan Sang Ilahi

Meminta agar ku disandingkan denganmu

Wahai sang pemilik hati

Beri aku kekuatan agar aku bisa menahan rasa ini

Sehingga aku menjadi seperti Fatimah yang mencintai Ali dalam diam

Di sepertiga malam aku selalu menengadahkan tangan

Dengan mendiskusikan namamu dalam seuntaian doaku

Namun apalah daya aku tak berani menyebut namamu

Sebab aku takut jika suatu hari nanti

Tak dipersatukan denganmu

Dalam ikatan halal yaitu  “PERNIKAHAN”

Aku hanya berdoa semoga jika

sudah tepat waktunya maka dekatkanlah dengan  orang yang tepat

sehingga bisa menjalankan separuh dari agamaku

yaitu “ PERNIKAHAN”

Tugasku saat ini hanyalah memantaskan diri

Sembari berbenah diri dengan  mencari ilmu dunia dan agama

Dengan begitu hariku penuh arti

Dengan mencari ilmu dan selalu muhasabah diri

Wahai diri ini….!! tetaplah bersabar

Sebab yang tepat akan datang diwaktu yang tepat

Bersyukur,ikhlas serta istiqomahlah dengan masa mudamu

Luangkankanlah waktu untuk keluarga

Sayangi dan bahagiakanlah mereka

Hingga suatu saat nanti

Akan ada seorang laki- laki yang menemui ayahmu

Lalu ia berkata “aku ingin menjadikan putri bapak sebagai pendamping hidupku untuk selamanya sampai maut memisahkan kita”

Seketika itu sang ayah merasa sedih

Sebab putri kesayangannya akan dibimbing oleh laki-laki asing

Namun sang ayah harus merelakan putrinya

Meskipun ada rasa kehilangan akan sosoknya

Tapi sang ayah yakin bahwa laki- laki sholeh itu

Akan membimbing putrinya menuju jannah-Nya

Bismillah……..

Itu yang bisa dikatakan sang ayah dalam hatinya

Semoga engkau putriku mendapatkan laki – laki

Yang bisa menyempurnakan separuh dari agamamu

Serta bisa membimbingmu menjadi sosok wanita

Seperti “ SITI KHODIJAH DAN SITI AISYAH”

Lewat di sepertiga malam ini

Kubersujud kepada-Mu

Kubentangkan sajadah untuk menyebut namamu dalam do’aku

Aku hanya bisa berdoa semoga engkau bai-baik disana

Jika nanti kita tak dipertemukan maka aku akan mengikhlaskanmu

Meskipun itu berat tapi itu udah menjadi takdirku

 

About the author

Nur Aini

Nur Aini

Santri putri PP. Alfattah asal Palembang dan mahasiswa IAIN Surakarta prodi Bimbingan dan Konseling Islam

Add Comment

Click here to post a comment