Puisi

Takdirmu Di Mana?

index

Jika takdirmu melanda keburukan maka rubahla
Jika hidupmu dalam kesempitan maka rubahlah
Jika hidupmu dalam kebodohan maka rubahlah
Jika hidupmu dalam kegelapan maka rubhalah
Jika hidupmu dalam ketertindasan maka rubahla
Jika hidupmu dalam kesedihan maka rubahlah
Jika hidupmu membuat orang tua menagis maka rubahlah
Jika hidupmu menjadi racun masyarakat maka rubahla
Jika hidupmu membuat guru menagis maka rubahla

Jejak masa mudamu akankah hadir kembali
Sisah waktu berlalu akankah berjumpa kembali
Apakah kehidupan ini hanya sebatas hidup
Akankah ada maslahat….?

Dunia yang pahit, fatamorgana, kehancuran, bayangan
Akankah rela dibawa naungan petir yang seram
Kakipun seribu langkah tergesah-gesah masuk masjid
Terlanda bencana petir dimata, telinga, kakipun bergetar
Apakah itu tidak cukup buat pelajaran dan peringatan
Daunpun kelaparan, kekeringan, tanah pun terasa gersang
Dipisah oleh waktu dan masa mudah.

About the author

Moh.Azam As-syaf

lahir di kabupaten Sumenep, takdir adalah pilihan, setiap orang lahir kedunia sedikitpun tanpa berpengatahua, dunia ini gelap tanpa seorang intelektual dan ulama. jangan pernah berkata saya tidak bisa, karena potensi akan lahir melalui proses.
mencintai keilmuan adalah suatu keharusan yang harus melekat pada jiwa seseorang, tanpa ilmu manusia akan menduduki kehinaan dunia akhirat, dan hormatilah orang-orang yang ahli ilmu, berarti ia memulyakan Allah dan Rasul-Nya.

Add Comment

Click here to post a comment