puisi

CINTA HITAM

Tak ada embun pagi yang menyemangatkan

Sedikit pena ku goreskan dalam kertas

Menulis agan agan yang kusampaikan

Sedikit hal yang dapat aku entaskan

Banyak teka – teki hati yang sulit ditebak

Banyak kerangka keinginan merebak

Takut serpihan hati berujung petaka

Sebuah tali erat terlepas dengan sendirinya

Mawar putih sudah menunjukkan layunya

Seperti hatiku tak tersadar menunjukkan sakitnya

Melihat sejuta perhatian tertuju pada mawar lain

Daun yang harusnya tubuh malah mulai mengering

Bagaimana dengan mawar putih nantinya?

Kurelakan kumbang madu untuknya

Kunikmati hariku dengan mawar putih lainnya

Kuserahkan semua dan kuikhlaskan semua kepada yang kuasa

By : Ar(Anisa rizky )

About the author

Redaksi PP Al-Fattah

Redaksi PP Al-Fattah

Website dikelola oleh tim redaksi Pondok Pesantren Al-Fattah

Add Comment

Click here to post a comment