Home / Suara Santri / Suratku untuk Wanita

Suratku untuk Wanita

Wahai wanita, aku begitu heran dengan kaum kami yang mengambil engkau sebelum halal. Apakah mereka mengira bahwa dirinya hebat sehingga ia berani mengambilmu? Tidakkah mereka mengetahui bahwa engkau tidak cukup dijaga dengan banyaknya harta yang berlimpah? Sesungguhnya harta tanpa ilmu yang mereka tawarkan kepadamu tidaklah pantas engkau terima jika engkau mau mengerti.
Wahai wanita, janganlah engkau terlena dengan kaum kami yang datang kepadamu dengan seribu macam hadiah dunia tetapi meninggalkan satu-satunya perhiasan hati. Perhiasan hati adalah agama dan agama adalah nasihat. Sesungguhnya hatimu tidaklah tentram hanya dengan engkau bersanding dengan kami. Bukankah engkau telah mengetahui banyak keluarga yang berpisah karena tidak bisa menjaga hati? Bukankah suami yang sholih adalah lelaki idamanmu? Apakah engkau menjumpai lelaki yang sholih sedangkan ia tidak mempunyai bekal agama?
Wahai wanita, lelaki yang berilmu akan menghiasi hidupmu dengan syukur dan sabar. Sedangkan lelaki yang buruk akan menghiasi hidupmu dengan kufur dan putus asa. Lelaki yang baik akan mendekatkanmu kepada Rabmu, sedangkan lelaki yang buruk akan menjauhkanmu dari-Nya. Lelaki yang baik akan mengulurkan tangannya untuk membantumu berdiri dalam kesulitan hidumu. Ia akan menggandengmu dengan erat agar tanganmu tidak terlepas dari gandengannya. Ia akan selalu mengajakmu berjalan bersama menuju ujung kehidupan ini.
Wahai wanita, sesungguhnya tidak ada lelaki yang mencintaimu kecuali pasti ia berharap ingin bertemu denganmu. Sesungguhnya diantara doanya yang dipanjatkannya telah tersebut namamu. Ia kadang malu menyebut namamu karena ia sadar begitu tidak pantasnya ia bersanding denganmu. Sesungguhnya aku selalu berpikir dan berkata :
“Sungguh aku ini orang yang beruntung jika aku mendapatkannya, tetapi sungguh dia sangat rugi jika bersamaku.”
Wahai wanita, lelaki yang mencintaimu sekarang hanya bisa menitipkan dirimu pada Rabnya. Kemuliaan yang engkau miliki membuat dirinya malu mendekatimu. Ia amat malu sampai dirinya tidak berani menanyakan kabarmu. Ia tidak berharap kepadamu, tetapi kepada Rabmu, karena ia percaya bahwa jika ia menitipkan dan berharap kepada Rabnya maka ia tidak akan kecewa. Tidakkah kalian tahu bahwa Nabi Ya’kub sedih karena telah menitipkan Yusuf kepada saudara-saudaranya sehingga Yusuf hilang? Bukankah saat Zulaikha mengejar cinta Yusuf, makin jauh Yusuf darinya. Tetapi ketika Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah datangkan Yusuf untuknya?
Jika ia menitipkan engkau kepada Rabnya, maka ia yakin engkau akan senantiasa dijaga dan dirawatNya sampai saat pertemuan nanti. Ia berharap engkau tumbuh menjadi seorang muslimah dan mukminah sebagaimana nenek moyang kita; Khadijah, Aisyah dan Fatimah. Oleh karena itu titipkanlah jodohmu kepada Rabmu, dan berdoalah agar ia tumbuh menjadi pribadi seperti Rasulullah dan para sahabatnya. Perbaikilah dirimu agar Allah memperbaikinya. Basahilah lisanmu dengan doa agar suatu saat engkau akan mendengar ucapannya saat memintamu menjadi pendamping hidupnya.
Wahai wanita, suatu saat nanti, kami ingin menjadikanmu wanita yang menambah ibadah kami kepada Allah. Engkau merupakan pakaian dan penyejuk mata kami. Tahukah engkau, bahwa senyum istri yang sholihah dapat menghilangkan keletihan? Tahukah engkau, bahwa suara istri yang sholihah dapat membuat kami tersenyum kembali? Oleh karena itu persiapkanlah dirimu sebelum masa pertemuan itu tiba.
Wahai wanita, saat ini, kaum kami hanya bisa mengikhlaskan engkau. Jika engkau mencintai diantara kaum kami, maka berdoalah kepada Allah, :
”Ya Rabbi jika ia memang jodoh hamba maka dekatkanlah, dan jika bukan maka berilah hamba keikhlasan dan gantilah dengan yang lebih baik.”
Jika suatu saat engkau bertemu kami maka segala puji bagi Allah yang telah menemukan orang yang menanti dengan yang dinanti. Namun, jika tidak demikian, pasti Allah menyediakan bagi masing-masing hambanya sesuatu yang lebih baik dari pada apa yang disangka dan diharapkan.
Wahai wanita, saat kalian jauh dari kami, kaum kami kadang bertemu denganmu dalam mimpinya, demikian pula dengan engkau. Kami tidak tahu maksud dari mimpi itu. Kami merasa senang, tetapi juga sedih. Kami bersyukur kepada Rab kami yang telah mempertemukan kita diluar ruang waktu, tetapi kami sedih karena kami bertemu denganmu, tetapi masih belum bisa meningkatkan kualitas hidup kami dengan baik. Bagaimana dengan engkau? Apakah engkau demikian pula?
Sungguh kami amat malu kepada Allah jika Ia menitipkanmu kepada kaum kami sekarang. Semakin banyak engkau memperbaiki dirimu maka Rabmu akan menjadikan jodohmu yang lebih baik pula. Tetapi jika engkau tidak melakukannya, janganlah engkau berharap mendapatkan kaum kami yang mengerti. Kaum kalian begitu amat indah dan mulia, maka tentu Allah  tidak bisa menyerahkan kalian kepada kaum kami yang tidak indah dan mulia. Oleh karena itu kami akan senantiasa menyempurnakan diri kami agar kami mendapatkan yang terbaik diantara kaum kalian. Apakah kalian ingin menjadi yang terbaik pula?
Wahai wanita, janganlah engkau menjadikan cintamu kepada kaum kami melebihi dari cinta kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu pencemburu, maka jangan buat Ia cemburu. Janganlah engkau saling hasud dengan nikmat Allah yang diberikan diantara sesama kalian. Syukurilah apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Diantara kalian ada yang dianugerahi cantik rupawan, kaya-raya, nasab dan agama yang baik. Janganlah engkau menggunakan anugerah nikmat  yang telah Allah berikan terhadap sesuatu yang bertentangan dengan kehendaknya. Janganlah engkau menyombongkannya. Sesunggunya saat engkau berlaku demikian, maka engkau telah mendurhakai Rabmu. Sesungguhnya kaum kami memang mencintai sesuatu yang indah, tetapi keindahan itu akan hilang jika akhlakmu tidak sesuai dengan anugerah yang diberikan kepadamu. Tetapi jika engkau memilki keempat hal itu maka amat beruntunglah kalian.
Wahai wanita, perumpamaan dirimu adalah seperti bunga yang beraneka macam warnanya dan semerbak wanginya. Setiap diri dari kalian memiliki keindahan yang berbeda-beda. Keindahanmu terlihat pada kemampuan menjaga kehormatanmu, menghafal dan menjaga firman Rabmu dan berjuang didalam dakwahNya. Kami telah menemukan banyak bunga dalam perjalanan hidup ini, tetapi belum ada satupun bunga yang kami petik, karena kami belumlah seindah dirimu. Saat ini kami hanya bisa membiarkan bunga itu tumbuh dengan keindahan yang lebih sempurna. Tapi ingatlah, suatu saat bunga itu pasti akan kami petik sebelum layu.
Wahai wanita, percayalah kepada Rabmu bahwa suatu saat engkau akan bertemu dengan jodohmu. Janganlah engkau khawatir atasnya. Percayalah bahwa Allah mempunyai rencana yang indah dan lebih baik yang tak pernah engkau tahu. Perbaikilah hubunganmu dengan Allah, insyaAllah  engkau akan selamat. Beristiqomahlah pada jalanNya. Insya Allah, lelaki yang akan menjagamu akan datang menemuimu, menggenggam taganmu, memikul beban bersamamu dan mengajakmu menuju kehidupan hakiki yang Allah sediakan bagi kalian.
Wahai wanita, cukuplah kami tutup surat ini dengan firman Rabku :
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kama cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”(Ar Ruum 21)

Created Arif Ahmad

About admin

Check Also

Toleransi ala Gus Dur

Dr. K. H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur adalah tokoh Muslim Indonesia …

3 comments

  1. Terima kasih atas surat yang kau buatkan untuk kami..
    Semoga Allah senantiasa memberkahi kami dan kamu semua.. ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *