Home / Kegiatan / Sudah Saatnya Santri Kembali Berliterasi

Sudah Saatnya Santri Kembali Berliterasi

diskusi dalam pelatihan jurnalistik dan pengelolaan website

Budaya literasi di dunia pesantren bukanlah suatu hal yang tabu, budaya literasi sudah di perkenalkan para ulama dan kyai-kyai terdahulu, hal tersebut dibuktikan dengan begitu banyaknya karya para ulama dan kyai era dulu, di era milenial seperti sekarang ini, banjiran informasi sudah tidak dapat di bendung lagi. Maka kiranya kaum bersarung yakni para santri untuk ikut dalam meramaikan informasi-informasi yang berseliweran di banyak media social. Seperti yang di katakana oleh Akbar Bahaullah selaku pemateri dalam acara pelatihan Jurnalistik dan mengelola website bersama santri di pondok pesantren Al Fattah, bahwasannya akun media social seperti Whatsapp sudah mampu merauk penggunanya hingga mencapai angka 1.5 milyar dari sejumlah penduduk di dunia. Di tambah lagi pesan yang di kirim setiap harinya mencapai angka 55 juta pesan via whatsapp, dengan kuantitas angka sebanyak itu, maka santri sebagai agen perubahan dalam masyarakat, harus mampu memeberi kontribusi nyata berupa memproduksi karya-karya yang bernafaskan keislaman yang rahmatan lil’alamin, sebab akhir-akhir ini sudah banyak situs-situs yang tidak jelas asalnya serta menyebarkan postingan-postingan yang memicu perseteruan dan pertikaian.

Maka pada hari senin 31 Juli 2017 ini pondok pesantren Al Fattah untuk kedua kalinya mengadakan acara pelatihan Jurnalistik dan pengelolaan Website, dengan mengambil tema Membangkitkan Semangat Literasi Santri. Acara yang akan di adakan selama dua hari ini merupakan sebuah ikhtiar untuk menggerakan santri agar lebih semangat lagi dalam berkarya, sehingga santri bukan hanya menjadi konsumen di tengah banyaknya informasi yang tersebar, akan tetapi santri mampu menghasilkan produk beupa karya yang nantinya akan di sebar luaskan memlalui media website pondok pesantren Al Fattah, dengan alamat surel Alfattah.or.id.

Beliau KH. Mohammad Mahbub selaku pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah, sangat mendukung dengan adanya acara tersebut, karena berliterasi bagi santri sangatlah penting. Sehingga beliau menyampaikan bahwa santri yang di fasilitasi alat-alat komunikasi canggih seperti smartphone maupun laptop haruslah berbeda dengan santri yang hanya mengaji saja, sehingga harapannya santri mampu membawa pengaruh dan berperan aktiv dalam meramaikan informasi-informasi yang bertebaran di media social.

Lebih lanjut lagi, acara pelatihan kali ini agak berbeda dengan tahun lalu, sebab para peserta pelatihan untuk lebih memanfaatkan gadget yang di milikinya untuk di gunakan dalam memposting tulisan maupun karya yang di hasilkan, dengan aplikasi WordPress di Hand Phone Android memposting dapat dilakukan dengan lebih mudah dan lebih praktis.

Harapannya dengan di sediakannya media yang sudah serba mudah, santri jangan kemudian terlena dan hanya sebatas menjadi penikmat semata, akan tetapi kontribusi santri harus mulai di galakkan kembali dalam dunia literasi, seperti kata seorang penulis Novel legendaries Pramodya Anantar Toer, menulis adalah proses mengabadikan diri, meski jiwa sudah tiada akan tetapi karya akan tetap ada dan abadi.
(SNM)

About admin

Check Also

AKSI TOLAK FDS (FIVE DAY SCHOOL) Se-SOLO RAYA.

Sekitar 25 ribu warga NU (Nahdlatul Ulama) se-Solo raya melakukan aksi tolak five day school, …

One comment

  1. min. tolong nulisnya jangan pakai inisial dong. pakailah nama lengkapmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *