Home / Khazanah / Sayangnya Rasulullah Pada Kita

Sayangnya Rasulullah Pada Kita

Wallpaper Muhammad Rasulullah (26)

 

لقد جاء كم رسول من انفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم با لمؤمنين رؤف رحيم

Sungguh beruntung orang memiliki hati yang selalu mengingat insan paling mulia Rasulullah SAW. manusia yang pernah mengatakan bahwa sesungguhnya aku akan memberi syafaatku kepada umatku. Para sahabat bertanya umatmu yang mana wahai Rasulullah ? apakah mereka yang selalu ingat kepada Allah swt, apakah mereka yang selalu menghidupkan masjid-masjid Allah, apakah mereka yang banyak beribadah pada Allah. Kemudian Rasulullah mengatakan ketahuilah wahai sahabatku saya akan memberi  syafaatku kepada umat-umatku yang banyak melakukan dosa.

Ini membuktikan bahwa Rasulullah masih ingat kepada mereka yang selalu berbuat dosa. Lalu bagaimana orang yang selalu taat pada Rasulullah?. Ini adalah suatu kelebihan  dimana orang yang maksiat saja masih di ingat apalagi mereka yang selalu berbuat kebaikan. Sungguh celaka orang yang tidak melihat wajah Rasulullah di hari kiamat nanti. Alangkah di sesalinya hati yang memuliakan dan mengagungkan artis atau pemain sepak bola melebihi ia mengagungkan  terhadap nabi dan para sahabatnya. Kenalnya meraka kepada nama-nama artis atau pemain sepak bola melebihi kenalnya mereka kepada para sahabat nabi. Maka bila mana pemikirannya seperti itu kesannya akan di terjemahkan kepada perbuatannya. Sehingga kesan meraka itu akan  meniru bahkan yang di tiru itu adalah orang kafir.

Kita membaca sholawat atau maulid ini sebagai salah satu bukti bahwa kita ingin kenal Rasulullah SAW. menjaga pandangan supaya nanti bisa bertemu Rasulullah SAW. kenapa para sahabat tidak melakukan maulid ? itu di karenakan Rasulullah SAW di depan meraka. Di depan mereka Řasulullah berjalan dan duduk bersama mereka. Sedangkan kita mengenal Rasulullah SAW dengan cara membaca maulid.

Ada seorang laki-laki tidak pernah membaca shalawat kepada nabi. Suatu ketika dia bermimpi Rasulullah saw. tapi yang mengherankan, Rasulullah tidak menghiraunkan justru berpaling muka darinya heran atas apa yang dilihat, lelaki itu memberanikan diri bertanya.

“wahai rasulullah apakah engkau marah kepadaku?” tanya lelaki itu.

“tidak.” Jawab Rasulullah.

“mengapa engaku tidak memandang ke arahku ?.”

“karena aku tidak mengenalmu.”

“bagaimana bisa? Aku adalah salah satu umatmu. Ulama meriwayatkan bahwa engkau (Rasulullah) mengenal umatmu melebihi seorang ibu pada anak kandungnya.

“para ulama itu benar. akan tetapi kamu tidak pernah menyebutku dalam shalawat. aku mengenal umatku sesuai jumlah shalawat yang mereka baca untukku.”

Lelaki itu tiba-tiba bangun. Dia berjanji pada dirinya, mulai hari itu juga akan membaca sholawat nabi seratus kali dalam sehari. Dalam kesempatan lain, lelaki itu bermimpi  lagi bertemu Rasulullah saw. beliau bersabda, “sekarang aku mengenalmu dan kelak akan memberikan syafaat kepadamu.” Bahagia lelaki itu mendengarkan kata-kata dari orang yang sangat dicintainya itu.

Setelah imam syafi’i ra wafat, salah seorang ulama bermimpi bertemu dengan beliau ra dan bertanya kepadanya. Bagaimana perlakuan Allah kepada kamu di alam sana, wahai imam ?

“Allah mengampuniku.” Jawab imam Syafi’i ra.

“Amal apa yang menyebabkan Allah mengampunimu ?” tanya yang bermimpi.

“Allah mengampuniku karena lima kalimat yang dulu sering ku ucapkan dalam bersholawat kepada nabi Muhammad saw. “ jawab beliau ra

“Apakah kelima kalimat tersebut ?” tanyanya.

Imam Syafi’i ra kemudian menyebutkan

اللهم  صل على سيد نا محمد بعدد من صلى عليه, اللهم  صل على سيد نا محمد بعدد من لم يصل عليه. الخ

Sudah menjadi adat kebiasan dalam dunia islam, bahwa hukum-hukum agama yang di gali dari Al-quran dan hadist, oleh seseorang imam. Maka di namai madzhab dari kisah di atas imam syafii mendapatkan ampunan Allah bukan dari hasil ijtihadnya. akan tetapi berkat sholawat kepada Rusulullah. Ini adalah seorang imam terkenal dengan ilmu yang sangat luas. bahkan tulisannya menjadi banyak pedoman bagi umat islam terutama di Indonesia lalu bagaimana dengan kita.

Kita patut bersyukur menjadi umat Rasulullah SAW umat yang paling di utamakan dari seluruh umat yang ada. Habib Abdullah bin muhammad bin alwi al haddad ba’lawi menyebutkan tatkala nabi Musa AS membaca kitab taurat. beliau menemukan di dalam keutamaan-keutamaan umat baginda nabi muhammad SAW. sehingga beliau sangat kagum dan ingin mejadi umat beliau nabi muhammad SAW.

Sampai ada riwayat dari syekh Yusuf bin ismail an-nabhaniy ada seseorang dari umat nabi musa yang senantiasa berbuat kemungkaran selama 200th, setelah meninggal, bani israil membuangnya di tempat sampah. Lantas Ãllah ta’ala berfirman pada nabi musa :

“wahai musa uruslah jenazah hambaku, mandikan, kafani, sholati dan kuburlah dengan cara terhormat”

Kemudian musa berkata:

“ya rabbi, sungguh banyak sekali umatku yang telah menyaksikan prilakunya yang tidak terpuji selama 200th. Sehingga mereka membuangnya di tempat sampah”

Allah berfirman :

“wahai musa memang benar semua itu, akan tetapi telah aku ketahui di akhir hayatnya setiap membuka kitab taurat dan melihat nama kekasihku muhammad. Dia sangat mengagumi dan mencintainya sampai-sampai dia mencium nama tersebut dan menaruhnya kedua matanya dan senantiasa bersholawat kepadanya. Oleh sebab itu aku telah mengampuni seluruh dosa-dosanya dan aku masukkan dia ke surga dangan memberi istri 70 bidadari yang cantik.”

Umat terdahulu mendapatkan tanggung jawab dari Allah begitu besar. Terbukti jika ada seseorang kakinya terkena najis maka kakinya harus dipotong. Bila ketika sholat tangannya terkena najis tangannya harus dipotong. Tapi umat nabi muhammad hanya di bilas dengan air. Jika mereka melakukan maksiat dimalam hari pagi hari didepan rumahnya tertulis. Fulan tadi malam habis berbohong, fulan tadi malam habis mencuri. Di buka semua aibnya oleh Allah ta’ala. Sedang umat nabi muhammad ketika melakukan dosa meminta taubat oleh Allah di kasih dan di simpan semua aib-aibnya. Ini salah satu kelebihan umat nabi Muhammad saw.

Ada seorang yahudi bekerja membantu perkerjaan Rasulullah, di saat sakit keras maka Rasul datang menjenguk yahudi tersebut. Rasulullah melihat yahudi sudah dalam sakaratul maut. Maka Rasul berkata : “ wahai anak ucapkanlah asyhadu ala ilaha illallah, asyhadu anna muhammadur Rasulullah” ucapkanlah agar aku menjadi saksimu di hari kiamat. Anak ini ingin mengucap tapi melihat pada ayahnya seakan-akan meminta persetujuan. Kemudian ayahnya mengangguk dan berkata turuti abal qosim (nabi muhammad). Lalu anak tersebut bersyahadat dan wafat dalam keadaan iman. Rasulullah keluar dari rumahnya dalam keadaan sangat gembira.

Satu lagi ada jenazah yang di gotong lewat di depan Rasul, Rasul pun langsung berdiri dan menangis. Para sahabat berkata:

“wahai Rasulullah ini jenazah orang yahudi kenapa engkau berdiri dan menangisinya”

“karna ini sebuah ruh yang lepas dari tanganku masuk dalam neraka” jawab Rasulullah SAW.

Inilah bentuk kasih sayang Rasulullah terhadap non muslim yahudi. Lalu bagaimana cara rusulullah menyayangi umatnya sendiri. Nabi musa dan bani israil sangat mencintai Rasulullah padahal mereka bukan bagian dari umatnya. Sedangkan kita sebagai umatnya terkadang merasa biasa-biasa saja siapakah yang pantas mencintai Rasulullah.

Pohon kurma bisa menangis mencerit di tinggal beberapa meter saja dari Rasulullah saw. apabila Řasulullah ceramah, beliau berdiri diatas batang pohon kurma tersebut. Ada salah satu sahabat yang menawarkan untuk membuat mimbar baru untuk Rasulullah dan letaknya mimbar itu tidak jauh dari batang kurma. Tatkala Řasulullah berkhotbah dengan mimbar baru maka tiba-tiba ada suara tangisan, yang berasal dari batang pohon. Jeritan pohon itu sangat keras sampai-sampai beberapa dinding di masjid pecah. Maka Rasul turun dari  mimbar menghampiri batang tersebut dan menenangkannya, perlahan-lahan jeritan itu menghilang. Kemudian Rasul mengatakan kepada para sahabat andai aku tidak melakukan ini dia terus menangis sampai hari kiamat. Lalu Rasul berkata kepada batang pohon kurma yang sudah kering.

“Apabila engkau mau aku tancapkan tempat dimana engaku di ambil dan berbuah secara sempurna. atau bilamana engkau mau aku tanamkan di surganya Allah dan berbuah yang nanti akan di makan oleh para wali-wali Allah”. Kata Rasul

“Ya Rasulullah tanamkan aku di surga Allah Ta’ala”. Kata batang kurma

Batang tersebut akhirnya di tanam di bawah mimbar yang baru, imam Hǟsan al basri berkata: lihat wahai saudaraku, batang pohon rindu menangis kepada Rasulullah saw yang berpindah hanya beberapa meter saja. Maka bagaimana kita tidak menangis karena rindu dan cinta pada Rasulullah saw.

 

 

About Rizqon nafi

Check Also

KH. Achmad Chalwani : Kyai dan Pesantren Elemen Penumbuh Patriotisme Indonesia

Sukoharjo-Pengajian akbar dalam rangka Khotmil Qur’an dan Wisuda Amtsilati ke VII PP. Al Fattah Krapyak, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *