Home / Khazanah / Sabar Tanpa Batas

Sabar Tanpa Batas

Ssssssstttt……. Jangan bilang kalau sabar itu ada batasnya
Bukankah sabar itu luas tak terbatas? Siapa yang bilang sabar itu dibatasi? Bukankah anda atau kita sendiri yang memberikan batas itu?

kesabaran manusia tidak ada batasnya, maka bersabarlah
kesabaran manusia tidak ada batasnya, maka bersabarlah

Terkadang seseorang lupa akan indahnya bersabar dan bagaimana cara untuk bersabar. mereka justru lebih memilih  untuk tak mau bersabar hingga akhirnya sabar itu dibatasi (terbatasi). Bukan karna masalah yang terlalu sulit untuk dipecahkan melainkan karna diri yang tak mau menghadapi.
Ibarat sebuah sangkar, kita memiliki berjuta kupu-kupu indah di dalamnya. Dan sesungguhnya ditangan kita tergenggam kuncinya tapi kita memilih untuk mengunci, membatasinya untuk terbang bebas di alam. Kupu-kupu yang malang. Mereka hanya berputar penuh kebingungan dalam sangkar. Begitulah kiranya sabar yang terbatasi, kita hanya akan kebingungan dengan masalah yang kita hadapi, tak mengerti apa  yang seharusnya dilakukan karna kita terus terdiam dan berputar-putar dalam masalah tersebut tanpa tahu apa yang seharusnya kita lakukan untuk memecahkannya.
Sesungguhnya kita sendirilah yang memegang kunci sabar, kita sendirilahlah yang mengetahui tentang apa yang harus kita lakukan. Jadi bebaskanlah agar dapat keluar dari lingkaran pola hidup yang menyesakkan.
Hidup bukanlah tentang apa yang kita cintai, melainkan tentang apa yang Allah cintai. Bukan juga tentang pembatasan sabar melainkan tentang seperti apa sabar itu. Dikatakan dalam kitab ‘Idzotu An-Naasyiin’ pada Bab Sabar karya Syech Mustofa Al-gholayanii:
إِنَّ الرَّجُلَ الْعَاقِلَ مَنْ يَصْبِرُ عَلَى الخُطُوْبِ وَيُقَابِلُهَا رَابِطَ الجَأْسِ لاَ مَنْ يُقَابِلُهَا مَشْدُوْهًا لاَيَسْتَقِرُّ عَلَى حَالٍ من الْقَلَقِ
“Sesungguhnya orang yang berakal sempurna ialah orang yang sabar terhadap segala macam kesulitan, juga sanggup menghadapinya dengan hati yang tabah dan teguh. Orang yang berakal sempurna bukanlah orang yang mudah bingung yang menghadapi kesulitan dan selalu gelisah”.
Begitulah seharusnya sabar. Bukan justru memilih untuk membatasinya karna meyakini bahwa kita tidak sanggup untuk menghadapi masalah dan tidak mampu menolaknya. Menjadi orang cerdik yang memiliki watak tenang dan sabar justru akan menjadikan kita lebih baik. Membiasakan diri mengerjakan hal yang baik dan menghias diri dengan sifat-sifat manusia yang sempurna.
Bersabarlah,, karna Allah menjanjikan akan memberi balasan kepada orang yang bersabar dengan mengangkat derajat mereka sama dengan derajat orang-orang yang mendapat hidayah, Allah juga akan menyelamatkan mereka dari kedudukan yang tidak jelas.

والله أعلم

Created By : Afifah Rohmah

About admin

Check Also

PERANAN SANTRI DAN PESANTREN DALAM UPAYA MENJAGA PERSATUAN INDONESIA MELALUI SIKAP TOLERANSI TERHADAP SESAMA

Pesantren merupakan wahana menempa diri yang di dalamnya terdapat berbagai macam dinamika pelatihan kehidupan yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *