Home / Suara Santri / Nasihatku untuk Kalian

Nasihatku untuk Kalian

Wahai kawan, engkau telah langkahkan kakimu melewati 1000 jalan yang berliku. Saat engaku berjalan di dunia, dirimu akan berhenti dan bersandar pada pohon yang kau gunakan untuk berteduh. Tidakkah engkau mengerti bahwa perumpaan pohon dunia adalah saudaramu? Tingginya pohon itu dapat kau lihat dari kejauhan dan hatimu merasa lega karena kesejukan dan naungan pohon itu akan menyelimutimu. Demikian pula saudaramu, Saat engkau melihat dan akan bertemu dengannya engkau akan merasa bahagia. Tingginya pohon dunia dapat kau lihat dari jarak yang begitu jauh. Demikian pula saudaramu, tingginya kemuliaan mereka dapat kau lihat dari tempat nan jauh dan senyuman teduh mereka telah menyejukkan hatimu yang kehausan.
Wahai kawan, pohon yang rimbun dan berbuah bagi seorang musafir sepertimu bukan hanya melepas dan menghilangkan letih, tapi ia dapat pula mengeyangkan perutmu. Buah pohon itu memberikan lidahmu menjadi basah dengan rasa manis. Pohon itu mempersilahkanmu mengambil apa yang dia punya agar kebutuhan jasadmu terpenuhi. Pohon itu mengundang angin lembut datang menghampirimu agar keringatmu menjadi hilang sehingga engkau tertidur. Demikian pula saudaramu, saat engkau menghampirinya, semua keletihanmu dapat hilang karena mereka memberikan buah cinta dan kasih sayangnya. Apa yang mereka punya, ia berikan kepadamu walau mereka juga membutuhkannya. Bukankah engkau telah melihat banyak temanmu yang menyedekahkan harta mereka untuk kepentingan jasadmu sehingga hatimu tentram? Bukankah engkau telah melihat saudaramu menyisihkan sebagian waktunya untuk menemanimu?
Wahai kawan, buah cinta dan kasih sayang yang engkau makan tidak sama dengan buah nafsu. Buah cinta itu akan menidurkan segala nafsumu demi saudaramu sedangkankan buah nafsu akan menidurkan akal sehatmu demi dirimu. Buah nafsu itu akan menidurkan sifat dermawanmu, sedangkan buah cinta akan mengubur sifat tamakmu. Buah cinta itu mengankat derajatmu sedangkan buah nafsu akan menyia-nyiakan amalmu. Buah cinta selalu berkata untuk saudarmu, sedangkan buah nafsu selalu berkata untuk dirimu.
Wahai kawan, hal yang ingin dilihat pertama kali oleh mereka saat menjumpaimu adalah sapa dan senyummu. Sesungguhnya diantara suara yang paling dirindukan oleh mereka bukan hanya suara keluarga mereka tetapi suaramu. Ada dua kebahagiaan yang mereka harapkan untuk dirimu. Kebahagiaan yang pertama adalah Saat mereka sedang bersamamu, dan kebahagiaan yang kedua adalah saat ia berpisah denganmu. Hal yang paling membahagiakan mereka saat bersamamu adalah saat mereka bisa membahagiakanmu. Adapun saat kalian berpisah, hal yang paling membahagiakan mereka adalah saat mereka tahu engkau mempunyai pendamping hidup yang bisa menggantikan mereka untuk menemani dan menjaga jalan hidumu.
Wahai kawan, hal yang paling berat bagi saudaramu adalah saat engkau bersikap acuh. Saudaramu tidaklah hanya khawatir akan acuhanmu, tetapi ia berpikir akan kesalahan apa yang ia perbuat padamu walaupun sebenarnya mereka tidak bersalah. Saat engkau tertawa kepada mereka, tidaklah ia senang hanya lantaran tawamu, tetapi ia senang dan puas karena ia dapat membuat bahagia sehingga engkau tertawa. Saat engkau sedih dan bermuka muram dihadapan mereka, tidaklah ia sedih hanya lantaran melihat engkau menangis, tetapi ia khawatir barangkali penyebab kesedihanmu adalah dirinya.
Wahai kawan, saudaramu amat malu denganmu saat engkau bertanya kepada mereka sedang mereka tidak bisa membantumu. Mereka malu karena mereka sadar betapa ruginya ia dalam hidup karena tidak bisa memberikan manfaat kepada orang-orang yang telah mencintainya dan dicintainya. Oleh karena itu ia belajar bukan hanya untuk dirinya, tetapi agar ia bisa menjadi pelayanmu saat engkau mengalami kesulitan.
Wahai kawan, saudaramu mengucapkan terima kasih padamu karena engkau mau berteman dengannya. Saudaramu sangat berterima kasih karena engkau telah bersedia menerimanya di persinggahan rumahmu. Saudaramu hanyalah seorang pengembara yang akan terus berjalan sampai Zat pemberi masa menghentingkan perjalanannya. Jika suatu saat nanti saudaramu bertemu denganmu lagi maka ia akan memanggil dengan nama terbaikmu. Jika engkau tidak menemukannya maka mintalah pada Rabmu agar Ia mendatangkan saudaramu dihadapanmu. Jika engkau bertemu dan berpisah dengan saudaramu karena Rab kalian niscaya Dia akan mencarimu di akhirat nanti dan berkata :
“Diamanakah orang-orang yang dahulu didunia saling mencintai karena Aku? Pada hari ini akau akan berikan naungan dimana tidak ada naungan selain naunganKu.”
Wahai kawan, Jika Rab saudaramu mengijinkan, saudaramu ingin menunggumu diantara pohon-pohon yang ada di surga. Walaupun hanya sebentar, ia ingin berbincang-bincang denganmu dan mengatakan suatu pesan :
“Wahai saudarku, Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkanku kembali. Aku bersyukur kepadaNya yang telah mempertemukan kita di dunia dan di akherat. Jika didunia engkau bersahabat denganku, sudikah kiranya engkau menerimaku sebagai temanmu di surga ini?”

By : Arif Ahmad

About admin

Check Also

Toleransi ala Gus Dur

Dr. K. H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur adalah tokoh Muslim Indonesia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *