Home / Kegiatan / Mudahnya Menulis dengan Smartphone

Mudahnya Menulis dengan Smartphone

Santri Putri Pondok Pesantren Al Fattah belajar menulis dengan smartphone
Santri Putri Pondok Pesantren Al Fattah belajar menulis dengan smartphone

Menulis merupakan kewajiban bagi santri, karena santri adalah golongan yang akan membuat perubahan di masyarakat. 

Menurut hasil diskusi para santri (31 Juli 2017), bahwa saat ini sedang sangat marak tentang hoax dan radikalisme. Di situ santri harus berperan untuk mengatasi masalah tersebut. 

Diskusi yang diadakan pada pelatihan jurnalistik pengelolaan website ini, menghasilkan beberapa resolusi, agar para santri dapat mengatasi hoax dan radikalisme. Santri harus menulis dan terus menulis, lalu mengunggahnya di website www.alfattah.or.id. Sebarkan kepada dunia tentang toleransi Islam kepada dunia, bahwa Islam adalah agama yang ramah. 

Selain itu, santri harus terjun ke masyarakat dalam ranah keagamaan, serta merajut kebhinekaan. Santri akan mengayomi masyarakat dengan bekal ilmu-ilmu yang akan dipelajari di pesantren. 

“Kami akan semangat untuk membagikan ilmu.” Ungkap Anisa Rizki (19), santri asal Sragen Jawa Tengah,

Anisa juga menjelaskan, bahwa saat ini santri perlu menolak full day school yang digalakan oleh pemerintah. Karena full day school akan menganggu kegiatan pesantren. 

Muh Fariz Riza (19), Santri asal Tangerang juga senada dengan Anisa, bahwa full day school perlu ditinjau ulang. Karena akan mengurangi jam bermain anak dan akan mengganggu anak untuk ikut kegiatan madrasah diniyah dan les.

Menulis bukanlah hal sulit lagi bagi santri. Kini, hanya dengan gadget dalam bentuk smartphone sudah bisa untuk menulis. Kemudahan dalam penggunaan dapat membuat para santri menulis kapan saja dan dimana saja. 

“Jadilah santri yang mengerti teknologi, karena itu akan sangat berguna di masa depan nanti.”, Ungkap KH. Moh Mahbub selaku pengasuh dalam pembukaan pelatihan.

About Akbar Bahaulloh

suka membaca dan menulis (SMSan)

Check Also

AKSI TOLAK FDS (FIVE DAY SCHOOL) Se-SOLO RAYA.

Sekitar 25 ribu warga NU (Nahdlatul Ulama) se-Solo raya melakukan aksi tolak five day school, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *