Home / Kegiatan / Majelis kekinian di PonPes Al-Fattah

Majelis kekinian di PonPes Al-Fattah

Bintang Fajar Pagi ini belum undur pamit dari mata siapa saja yang melihatnya. Namun, Al-Fattah sudah punya cerita sendiri, cerita tentang awal dari sebuah kemajuan pemikiran para santri. Sebuah kegiatan yang akan mengubah mindset banyak orang yang tadinya hanya menganggap bahwa santri itu kuno, santri itu gaptek, dan santri itu hanya berkutat dengan kitab-kitab kuning.

 

Kegiatan hari ini dilaksanakan di Masjid Nurul Iman yang terletak di Desa Krapyak, Kartosuro, Sukoharjo Rt: 01, Rw: 10, pada hari sabtu, 16 April 2016. Kegiatan yang dilakukan ini berupa pelatihan menulis di website yang bertemakan “Transformasi bermedia dan berkomunikasi dari santri untuk Negeri” dengan mendatangkan nara sumber yang berasal dari Cilacap dan merupakan alumni ponpes Al-Hikmah yaitu kang Akbar Bahaullah. Kegiatan pada pagi hari ini diikuti oleh seluruh santri PonPes Al-Fattah baik putra maupun putri sebanyak 67 santri.

 

“Sebenarnya acara ini bagus dan bermanfaat untuk mengembangkan kreatifitas dan sebagai wadah untuk mengungkapkan aspirasi para santri. Akan tetapi, pada pelatihan ini ada beberapa santri yang kurang berminat untuk mengikutinya.” Ujar Farihatul F. (20th), salah satu santriwati Ponpes Al-Fattah.

 

Kepenulisan ini akan berlangsung selama dua hari, dan dibagi menjadi empat sesi. Sesi pertama, pada sabtu (16/4) pagi dimulai pukul 05.30 WIB sampai 07.00 WIB. Dilanjutkan sesi yang kedua, dimulai pukul 09.00-11.45 WIB. Sesi ketiga dilaksanakan pada pukul 20.30-22.30 WIB, dan sesi terakhir akan dilaksanakan pada hari Ahad (17/4) pukul 08.00 WIB sampai selesai.

 

Menurut Abah Yai Mahbub selaku pengasuh ponpes AL-fattah, pelatihan ini akan ditinjak lanjuti dengan kegiatan kepenulisan rutin yang akan diadakan setiap sabtu pagi. Agar pelatihan ini tidak akan putus ditengah jalan, dan bisa terealisasikan dalam pengembangan website ponpes milik al-fattah sendiri.

 

Dalam acara ini, nara sumber banyak memberikan motivasi, “Masa iya santri kalah dengan masyarakat desa. Sedangkan dimata masyarakat sendiri, santri itu ibarat manusia setengah dewa.” Ungkapan Akbar Bahaullah (25th).

Harapannya, setelah dilaksanakan pelatihan kepenulisan ini akan membuat santri melek dalam menulis, menjadikan santri yang awalnya kurang berminat dalam kegiatan tulis menulis menjadi lebih berminat. Yang awalnya belum bisa, menjadi bisa dan yang awalnya tidak peduli dengan kondisi yang ada di sekitar menjadi lebih tergugah untuk menyuarakan gagasannya.”

(Dian Putri/Faricha S)

About Dian Putri

Check Also

AKSI TOLAK FDS (FIVE DAY SCHOOL) Se-SOLO RAYA.

Sekitar 25 ribu warga NU (Nahdlatul Ulama) se-Solo raya melakukan aksi tolak five day school, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *