Home / Kegiatan / KH. Achmad Chalwani : Kyai dan Pesantren Elemen Penumbuh Patriotisme Indonesia

KH. Achmad Chalwani : Kyai dan Pesantren Elemen Penumbuh Patriotisme Indonesia

haflah wisuda amtsilati ke VII PP. Al Fattah
haflah wisuda amtsilati ke VII PP. Al Fattah

Sukoharjo-Pengajian akbar dalam rangka Khotmil Qur’an dan Wisuda Amtsilati ke VII PP. Al Fattah Krapyak, Kartasura, Sukoharjo. Mengundang salah satu mubaligh dari daerah purworejo yakni KH. Achmad Chalwani pada Senin (30/01). Dalam maudidhoh khasanahnya KH. Achmad Chalwani, Menyampaikan bahwasannya “Kalau tidak ada Kyai dan Pondok Pesantren Patriotrisme Indonesia sudah hancur berantakan”. Ucapnya saat memberi ceramah.

Pengasuh PP. An Nawawi Purwerejo menyampaikan ceramahnya dengan memaparkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penjajah. Secara gamlang kyai yang mengasuh pondok modern di purworejo ini menjelaskan, para pengusir penjajah pada masa perjuangan yang berada di garis terdepan adalah alumni-alumni pesantren, Pemerintah Hindia Belanda paling takut dengan pesantren. Banyak para tokoh perjuangan yang mereka lantar belakangnya adalah dari lingkungan pesantren. Pangeran Diponegoro adalah pahlawan Indonesia salah satu gurunya adalah KH. Ageng Besari (Tegalsari, Jetis, Ponorogo) seorang kyai dari lingkungan pesantren, selain itu pangeran Diponegoro memiliki barang-barang peninggalan antara lain kitab Qur’an, tasbeh, dan Kitab Fathul Qorib (Kitab Fiqih Madzhab Syafi’i), kitab Fathul Qorib adalah salah satu kitab yang sangat familiar di lingkungan Pondok Pesntren. Jadi, secara tidak langsung Pangeran Diponegoro adalah alumni pesantren. Namun fakta ini tidaklah di jelaskan dalam pendidikan sejarah yang ada di sekolah-sekolah. Para jamaah pengajian terlihat antusias dan mendengarkan dengan sungguh-sungguh ceramah yang di sampaikan dalam acara tersebut. Selain Pengeran Diponegoro pejuang yang juga dari lingkungan pesantren adalah  Suwardi Suryaningrat atau yang lebih di kenal dengan Ki hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Indonesia)  adalah murid dari seorang kyai yang memiliki banyak santri yaitu KH. Sulaiman Zainudin. Akan tetapi sayangnya sejarah Ki Hajar Dewantara pernah mengaji Al Qur’an tidak di jelaskan dalam sejarah sehingga yang di kenal hanya ajarannya  tentang Tut Wuri Handayani. Lagi-lagi sejarah banyak yang di sampaikan tidak utuh.

Selain memaparan tentang sejarah Indonesia yang kaitannya dengan Kyai dan Pondok Pesantren. KH. Achmad Chalwani juga menjelaskan, Ki Hajar Dewantara mengatakan Pondok Pesantren adalah salah satu sistem Pendidikan paling berhasil karena lingkungan pesantren ikut mendukung keberhasilan suatu penidikan.

About Mella El Maula

menulis adalah proses mengabdikan diri

Check Also

AKSI TOLAK FDS (FIVE DAY SCHOOL) Se-SOLO RAYA.

Sekitar 25 ribu warga NU (Nahdlatul Ulama) se-Solo raya melakukan aksi tolak five day school, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *