Home / Suara Santri / Kisah / Keberkahan Cinta Di Bulan Rajab

Keberkahan Cinta Di Bulan Rajab

lambang-cinta
Di sebuah desa yang sejuk nan indah, terdapat seorang pemuda, konon ia adalah sifulan yang bijaksana, alim dan juga tampan. Sifulan termasuk orang yang masyhur dengan budi pekertinya yang baik dan ia juga tak henti-hentinya untuk menghidupkan ajaran agama Islam. Dalam bersyi’ar ia mengutamakan dalil Alqur’an serta mengajak masyarakat untuk bersholawat.
Suatu ketika ia dilamar oleh seorang wanita cantik, cerdas, anggun, kaya namun ia non islam.Seorang wanita itu datang sendiri ke rumah pemuda itu, tepatnya ba’dha maghrib, “ permisi…excuse me…” suara wanita tersebut sambil mengetuk pintu. Terdengar suara tersebut, pemuda itu menengok jendela rumahnya dari dalam, ia melihat wanita cantik yang tak berjilbab tersebut, spontan ia menundukkan kepalanya dan  hati berkata “ahaafu ilallah” , mengingat wanita tersebut adalah teman satu kampusnya yang dulu pernah sejenak berdialog dengannya, lalu pemuda itu membuka pintunya dan berkata “ ma’af sekali saya tidak bisa mengajak anda masuk kedalam, takut ada fitnah”, wanita itu terlihat kecewa lalu ia pulang. Dua hari kemudian, wanita itu kembali ke rumah pemuda itu lagi, ia mengetuk pintu dan pemuda itupun mendatanginya, wanita itu berkata “bolehkah saya masuk? Tujuan saya kesini adalah untuk melamar anda” {karena sudah tidak tahannya wanita tersebut ingin memilikinya}, pemuda itu sedikit kaget, “saya hanya akan mengizinkan masuk pada wanita yang telah halal bagi saya” {jawab pemuda tersebut}, kemudian wanita itu bertanya ”lalu bagaimana cara agar saya halal bagimu?”, pemuda menjawab “seseorang bisa dikatakan halal, jika mereka telah menikah”, “maka nikahilah aku sekarang juga” jawab wanita dengan malu dan berharap, pemuda itu semakin takut dengan menundukkan kepalanya, ia harus bagaimana dengan agama wanita itu yang non Islam, dengan tegas dan yakin, pemuda itu berkata” hanya ada satu syarat, masuk  agama Islam serta penuhi kewajiban-kewajibannya”,wanita itupun bertanya lagi “bagaimana cara agar saya dapat masuk Islam?”, pemuda itu kaget, di benak pikirannya ia bertanya, apakah ia serius untuk masuk Islam?, ia berkata “saya tidak akan memaksa anda untuk mau ikut dengan agama saya, saya hanya ingin anda masuk Islam dengan lapang dada”.
Menikahlah pemuda dan wanita tersebut di malam Bulan Rajab, rencana seorang pemuda yang ingin membimbing istrinya setiap hari, khususnya malam hari, dibimbing agar mengetahui makna haqiqat Islam, iman , dan ihsan serta dibimbing hatinya untuk cinta kepada Allah SWT dan Rosulullah SAW. Hari demi hari dalam hati wanita tersebut semakin cinta dan merasa dekat dengan Allah     dan Nabi Muhammad SAW, suami itu sering menemui istrinya melakukan sholat hingga keluar air mata serta sering ditemuinya wanita itu sedang berholawat. Pada suatu malam, seorang istri itu berkata kepada suaminya di kamar tidur “ abi, aku ingin sekali ke makam rosulullah, bagaimana caranya abi?” suami itu menjawab “sebenarnya umi…sejak pertama kita sudah halal, aku telah mendaftarkan umi dan abi untuk umrah, agar umi bisa merasakan lebih ni’matnya cinta pada Allah dan Rosulullah” si istri pun terharu dan menangis sambil berkata “terima kasih abi”, “umi kenapa menangis?” kata abi “tidak abi, aku senang”. Usia pernikahan telah mencapai seminggu, tidak dikira si istri pun meninggal dunia disaat ia sedang sholat shubuh pada hari jum’at. Pemuda itu bersedih, ia tidak menyangka istrinya dipanggil oleh Allah SWT secepat itu, ia begitu sangat cinta pada istrinya, ia lemah tak berdaya menghadapi kenyataan itu, hingga ketika tidur ia bermimpi didatangi oleh gurunya, beliau berkata ”janganlah kamu berlarut dalam kesedihan, ingatkah kamu dengan sirah nabi yang ditinggal oleh istri dan pamannya sekaligus, beliau dihibur oleh Allah dengan melakukan isra’ mijra’, alangkah baiknya dibulan rajab ini, kamu mempertebal keimananmu, menguatkan cintamu pada Rosulullah, datanglah ke makam beliau, dan sampaikan salam istrimu pada beliau, agar istrimu pun juga senang melihatmu dari sana”.

Created By : Habibah

About Mella El Maula

menulis adalah proses mengabdikan diri

Check Also

Kebersamaan kelas parkiran

Kebersamaan itu indah. Bersama dengan keluarga ponpes al-fattah ini adalah suatu kebahagiaan yang sederhana tetapi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *