Home / Suara Santri / Opini / JILBAB BUKAN CERMINAN KESOLEHAHAN SEORANG WANITA

JILBAB BUKAN CERMINAN KESOLEHAHAN SEORANG WANITA

Jilbab bukan pernyataan “AKU SUDAH BAIK” atau “AKU TANPA DOSA”.

Seseorang yang melihat penampilan luar atau lewat pakaian adalah pandangan orang-orang sempit. pertanyaanya disini apakah wanita berjilbab itu menunjukkan kesolehannya, benarkah demikian???

Dalam QS. Al-Ahzaab Ayat 59 tertulis “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu”

Apabila difahami dengan baik dari ayat tersebut berjilbab merupakan tanda untuk membedakan seorang istri-istri nabi Muhammad Saw, anak-anak beliau dan istri-istri orang mukmin dengan wanita lainnya. Bukaan merupakan tanda seorang wanita tersebut solehah.

Wanita solehah tidak dilihat dari cara berpakaian. Kita tidak dapat menilai tingkat kesolehan seseorang melalui jilbab yang dikenakannya tetapi melalui karakter dari wanita tersebut. Faktanya banyak wanita berjilbab hamil diluar nikah dan mempunyai anak sebelum menikah. Nah, karkter tersebut adalah sebagai tanda atau petunjuk bahwa wanita tersebut dikatakan soleh atau tidak. Maka dari itu kita harus mengubah presepsi kita bahwa jilbab itu bukan tanda dari kesolehan seorang wanita.

Tapi ketahuilah wanita yang berjilbab itu layaknya mutiara dalam tiram. Ia tersimpan rapi dan terlindungi dari gangguan. Itulah kenapa banyak wanita yang baru mulai berjilbab merasa dirinya lebih aman dan nyaman. Dari hal tersebut kita dapat mengambil pelajaran seorang yang memakai jilbab seharusnya dapat menjaga diri karena orang-orang beranggapan bahwa wanita berjilbab itu baik bukan malah mencoreng harga diri wanita dengan berjilbab tetapi telanjang.

Thanks for reading?❤ Maaf jika ada kesalahan karena kesempurnaan hanya milik Allah dan jika ada kekurangan tolong diperbaiki??

Risma A A

About admin

Check Also

PERANAN SANTRI DAN PESANTREN DALAM UPAYA MENJAGA PERSATUAN INDONESIA MELALUI SIKAP TOLERANSI TERHADAP SESAMA

Pesantren merupakan wahana menempa diri yang di dalamnya terdapat berbagai macam dinamika pelatihan kehidupan yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *