Home / Khazanah / ILMU DARI NABI IBRAHIM A.S.

ILMU DARI NABI IBRAHIM A.S.

ilmu itu cahaya

Dunia itu tempat kesenangan untuk orang kafir dan tempat penderitaan untuk orang muslim.
الدنيا ملعونة ملعون مافيها الا ذكر الله …
“bahwasanya dunia adalah tempat siksa dan di siksa yang ada di dalamnya kecuali orang yang ingat pada Allah…”
Kebanyakan kekasih Allah menderita dulu baru meninggal, sebab Allah ingin menambah upah mereka. sayyidiana abu bakar wafat terkena racun, sayyidina utsman terkepung selama 40 hari, imam hambali disiksa di dalam penjara, imam syafii terkena suatu penyakit.Guru sekumpul terkena penyakit ginjal, Syekh ramadhan al buthi terkena ledakan. Semua itu merupakan kekasih Allah bila seseorang memandangnya merupakan penyejuk hati.
Saya meyakini setiap makhluq pasti mempunyai sesuatu yang di cintai dan dirindukan. Sebagian yang dia cintai hanya menemani sampai sekarat saja. Ada yang menemani sampai pinggir kuburan, kemudian mereka semua kembali dan meningggalkan ia sendirian tidak ikut masuk kedalam kubur. Kekasih terbaik ialah yang ikut masuk kedalam kubur membuat ia tentram didalamnya.perbuatan Itu tidak ditemukan kecuali amal sholih saja.
Ketika seorang majikan membeli hewan kesayangannya di pasar.Sesampai di rumah hewan tersebut tidak peduli dan kabur meninggalkannya bagaimana perasaan sang majikan. Itu sama saja Allah menciptakan manusia akan tetapi ia tidak mau mengingatnya dan kabur meninggalkannya. Jangan merasa kuatir bila semua orang menghinamu kuatirlah bila Allah menghinamu. sebab bila itu terjadi sudah tidak ada yang bisa menolongmu lagi.
Ketahuilah cinta Allah kepada hamba-Nya melebihi seorang ibu yang cinta pada anaknya sendiri. jika ia ingat pada-Ku (Allah) dalam hati pribadinya. Aku pun ingat pada-Nya dalam diriku dan jika ia ingat pada-Ku di depan umum, akupun ingat padanya di muka umum yang lebih baik dari golongannya. Dan bila ia mendekat pada-Ku sejangkalAku mendekat sehasta. Dan bila ia mendekat padaku sehasta, aku mendekat padanya sedepa. Dan bila ia datang kepadakuberjalan, akudatangpadanyaberjalancepat (lari).
فاذ كروني اذكر كم
“maka ingatlah kepada-ku, Akupun akan ingat kepadamu.(Q.S. Al-Baqorah :152)”
Bila nabi yunus tidak ingat kepada-Ku niscaya ia di dalam perut ikan sampai hari kebangkitan
فلولاانه كان من المسبحين. للبث في بطنه الى يوم يبعثون
(Q.S. Ash-shaffat:143-144)
Bahwasanya setiap wirid memiliki pengaruh dalam menyinari hati dan menguasai anggota lahiriah. Namun pengaruh ini hanya bisa dirasakan oleh orang yang selalu bersungguh-sungguh dan mengulang-ulang tepat pada waktunya. Jika nafsu merasa putus asa hendaknya seseorang berusaha tidak membiarkan wirid itu tertinggal begitu saja. bila tertinggal harus segera mengulanginya jika ada yang terlewatkan. Maka pada akhirnya nafsu akan patuh melakukannya pada waktu-waktunya.

Sayyid abdurrahman assegaff ra. Berkata :
قردفهووردلهيكنلممن
“Barangsiapa tidak punya wirid, maka ia adalah kera”
Kera adalah makhluq yang hampir sama dengan manusia yang membedakan antara keduanya ialah akal dan perasaan. Apa bedanya bila orang tidak mau befikir cara ia mendekatkan diri mencari ridho Allah Ta’ala.
Jika ada seseorang yang ditetapkan oleh Allah dalam menjaga wiridnya sampai lama tidak juga menerima karunia dari Allah. Maka jangan di pandang sebelah mata pemberian Tuhan padanya. Karena belum terlihat padanya tanda arif, atau keindahan orang cinta pada Allah, sebab sekiranya tidak ada wirid (karunia Allah).Maka tidak mungkin adanya wirid.
Hamba Allah yang mendapatkan keistimewaan dari Allah ada dua macam :deraja tabraar dan muqarrabin. Adapun hamba yang muqarrabin mereka telah di bebaskan dari kepentingan dunia.Yang hanya sibuk menunaikan ibadat kepada Tuhan, karena merasa sebagai hamba yang mengharapkan keridhaan Allah semata-mata. Dan merakaini yang di sebut arifin, muhibbin. Adapun orang abraar, mereka yang masih merasa banyak kepentingan dunia, di samping kewajiban-kewajiban taat ibadat kepada Allah.Dan meraka di namakan orang zahid abid, masing-masing mendapatkan karunia sendiri-sendiri di dalam tingkatan derajatnya yang langsung dari Allah ta’ala.
Orang yang memiliki akal akan mengelola amal-amalnya sehingga menjadi sempurna dan istiqamah. Seyogyanya seseorang tidak menghabiskan waktu dengan satu jenis wirid, walaupun wirid yang paling utama. Karena hal itu dapat menghilangkan kesempatanmu dari keberkahan yang ada pada aneka ragam wirid, maka dari itu hendaknya engkau dapat menganeragamkan satu wirid dengan wirid lain.
Karena setiap wirid mempunyai pengaruh dalam hati, cahaya, pertolongan, dan derajat yang tinggi di sisi Allah Taala. Berganti-ganti wirid dapat pula membebaskan diri dari rasa bosan, malas dan enggan.
Amal yang di sukai Allah adalah rutin walaupun sedikit, pilihlah amal yang dapat dikerjakan secara rutin sesuai dengan kemampuan seseorang. Rasulullah Saw berkata :
قلوانادومهااللهالىلشعماالااحب
“amalan yang paling dicintai Allah ialah amalan yang dikerjakan secara rutin, walaupun sedikit”
Ibnu Athaillah asy syadzali pernah mengatakan :
“karena Allah tahu ada sifat bosan di dalam hatimu, maka dia kemudian menganekaragamkan perbuatan taat untukmu”
Bacaan dzikir yang paling utama ialah mengesakan Allah dengan kalimat laailahaillallah. Satu kalimat ini bila di ucapkan secara ikhlas maka akan memenuhi timbangan kelak di akhirat nanti. Pahala dzikir melebihi seseorang dalam peperangan memukul orang kafir samapai babak belur.
Ketika nabi isra mi’raj mendapatkan salam dari nabi Ibrahim untuk menyampaikan kepada umatnya perbanyaklah membaca subhaanallah walhamdulilaah ilaa ilaa haillallahuwallaah uakbar .Sebab taman surga di hiasi dengan kalimat tersebut. Kalimat ini juga sangat di sukai nabi Muhammad saw dari pada dunia dan seisinya.
Akal yang sempurna itu seseorang yang selalu dzikir pada Allah sambil berdiri, duduk dan berbaring. Ingatlah pada Allah di waktu pagi, sore, malam, di darat, di laut, di udara, pergi dan tidak pergi, yakni di segala tempat dan masa, bagi yang kaya, miskin, sehat, sakit, terang-terangan atau sembunyian dengan lisan atau hati dan pada segala hal keadaan.
Abdullah bin abasra.Berkata :
“tiada suatu kewajiban yang diwajibkan oleh Allah pada hambanya melainkan ada batas-batasnya. Kemudian bagi orang-orang yang berudzur di maafkan bila tidak dapat melakukannya. Kecuali dzikir maka tidak ada batas, dan tidak ada udzur yang dapat diterima untuk tidak berdzikir, kecuali jika berubah akal (gila).”
Jangan meninggalkan dzikir, jika belum selalu ingat kepada Allah di waktu dzikir. Sebab kelalaian seseorang terhadap Allah ketika tidak berdzikir lebih bahaya dari pada kelalaian seseorang terhadap Allah ketika seseorang berdzikir. Dzikir itu simbul kewalian, pelita penerangan, menunjukan jernihnya akhir puncak, tiada suatu amalan yang menyamai dzikir sebab segala amal perbuatan itu ditujukan untuk berdzikir. Maka dzikir itu bagaikan jiwa dari segala amal.
Sebenarnya seorang yang mendapatkan taufiq hidayah dari Allah sehingga istiqomah dalam menjalankan suatu wirid, berarti telah mendapatkan karunia dan rahmat yang besar sekali. Sebab ia telah di beri kunci oleh Allah untuk membuka dan menghasilkan lain-lain karunia kebesaran dari Allah.
Kebanyakan wirid itu adalah berupa shalat sunnah atau membaca Al-quran, mengkaji ilmu, berdzikir atau berpikir. Salah seorang ulama salaf, semoga Allah memberi rahmat kepadanhya, dia selalu mengerjakan shalat seribu rakaat dalam sehari semalam seperti yang dilakukan oleh imam ali bin husain ra. Ada juga yang mengkhatamkan Al-quran dalam rakaatnya seperti sayyidina Al-faqih Al-muqaddam muhammad bin ali ba’alawi. Atau wirid sampai 10.000 dalam sehari yang di lakukan Al-Habib alwi bin Al-Habsyi.
Di antara pekerjaan syaitan ialah mempengaruhi orang yang baru memulai tirakatnya, dengan memperbanyak ibadah hingga melampui batas. Tujuan syaitan pada akhirnya supaya ia balik meninggalkan amal-amal baik, atau beramal dengan tujuan lain, dan syaitan tidak peduli mana yang akan di timpakannya pada orang itu.

By : Rizqon Nafi

About Mella El Maula

menulis adalah proses mengabdikan diri

Check Also

KH. Achmad Chalwani : Kyai dan Pesantren Elemen Penumbuh Patriotisme Indonesia

Sukoharjo-Pengajian akbar dalam rangka Khotmil Qur’an dan Wisuda Amtsilati ke VII PP. Al Fattah Krapyak, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *