Home / Khazanah / HADIAH PELIPUR LARA UNTUK SANG MATAHARI DUNIA

HADIAH PELIPUR LARA UNTUK SANG MATAHARI DUNIA

hadiah isra' mi'raj
hadiah isra’ mi’raj

Sebuah perjalanan malam yang penuh makna dan bersejarah bagi Rasulullah setelah beliau mengalami kesedihan yang mendalam. Kesedihan itu terjadi ketika Rasulullah SAW kehilangan dua orang yang sangat dicintainya dan mempunyai peran penting bagi perjalanan dakwah beliau. Dua orang tersebut adalah istri tercinta beliau yaitu Siti Khadijah dan paman beliau Abu Thalib. Kesedihan tersebut bertambah ketika Rasulullah SAW berdakwah ke Thaif, karena dakwahnya disambut negatif oleh kaum Quraiys. Penolakan kaum Qurays terhadap dakwah Rasulullah begitu kasar yaitu ketika Nabi akan menyampaikan dakwahnya beliau dilempari batu. Kemudian sebagai pelipur lara dan penyemangat Rasulullah untuk tetap berdakwah, Allah memerintahkan Rasulullah untuk malakukan isra’ mi’raj. Rasul melakukan perjalan tersebut ditemani oleh malaikat jibril dalam waktu satu malam dengan mengendarai Buroq. Buroq adalah sebuah kendaraan yang menyerupai kuda yang mempunyai kecepatan seperti cahaya.

Sebagai seorang muslim, kita perlu mengetahui tentang kisah-kisah Nabi Agung kita yaitu Nabi Muhammad SAW, salah satunya yaitu tentang kisah isra’ dan mi’raj. Isra’ dan mi’raj merupakan dua buah kisah perjalanan Nabi yang penuh makna dan bersejarah karena dari peristiwa itulah Nabi Muhammad mendapatkan perintah untuk menunaikan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Pada tanggal 27 rajab merupakan hari yang bersejarah bagi Nabi Agung kita karena ada sebuah peristiwa penting yaitu isra’ dan mi’raj. Isra’ dan mi’raj sendiri mempunyai pengertian yang berbeda, yang pertama yaitu isra’ yang merupakan perjalan pada waktu malam hari dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa sedangkan mi’raj yaitu perjalan dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha di langit ketujuh. Sehingga isra’ dan mi’raj mempunyai arti perjalanan pada waktu malam hari dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha di langit ketujuh. Peristiwa isra’ dan mi’raj ini juga diabadikan dalam al-Qur’an surat Al-Isra’.

Isra’ dan mi’raj merupakan mukjizat Rasulullah SAW untuk memberi tahu kepada manusia bahwa beliau benar-benar seorang Nabi dan melemahkan kepercayaan kaum kafir Quraiys yang tidak mau beriman kepada Allah SAW. Sebagaimana yang tertulis dalam surat Al-Isra’ ayat pertama, yang berbunyi :

yang artinya Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hambaNya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi sekelilinya agar Kami perlihatkan tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

About admin

Check Also

KH. Achmad Chalwani : Kyai dan Pesantren Elemen Penumbuh Patriotisme Indonesia

Sukoharjo-Pengajian akbar dalam rangka Khotmil Qur’an dan Wisuda Amtsilati ke VII PP. Al Fattah Krapyak, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *