Home / Artikel / DIBALIK PERISTIWA ISRA’ MI’RAJ

DIBALIK PERISTIWA ISRA’ MI’RAJ

 

memaknai isra' mi'raj untuk berhijrah kepada hal yang lebih baik
memaknai isra’ mi’raj untuk berhijrah kepada hal yang lebih baik

Pada hari kamis 5 Mei 2016 yang bertepatan 27 Rajab merupakan hari libur Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah untuk memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa dahsyat yang dialami Nabi Muhammad SAW, yang apabila di pikir dengan akal dan logika saja tanpa adanya keyakinan yang mantap dalam hati kita, peristiwa tersebut seperti tidak akan dan pernah terjadi, suatu hal yang mustahil, tetapi karena kehendak dan kebesaran Allah SWT sesuatu yang mustahil bisa berubah menjadi suatu yang nyata dan terjadi.

Isra Mi’raj  adalah perjalanan yang dilakukan Rasulullah SAW yang ditemani oleh malaikat Jibril dan Israfil diwaktu malam hari yang dimulai dari perjalanan isra’ yang berawal dari Masjidil Haram Makkah ke Masjidil Aqsa Palestina, lalu dilanjutkan Mi’raj menuju Sidratul Muntaha dengan menggunakan buraq yaitu seekor hewan yang menjadi kendaraan Nabi sebelumnya untuk bertemu Allah SWT dan disinilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat lima waktu.  Hal tersebut disebutkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 1 yang berbunyi:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya: “Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Yang menjadi topik pembahasan ini, bukan bagaimana Isra’ Mi’raj terjadi, tetapi mengapa Isra’ Mi’raj itu terjadi? Jawaban pertanyaan ini lah yang akan kita bahas dalam kesempatan ini. sebagaimana kita lihat pada Al-Qur’an surah Al-lsra’ ayat 78, ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan Mi’raj untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT yaitu melaksanakan shalat fardhu 50 kali, tetapi Nabi Muhammad SAW memohon kepada Allah SWT untuk memberi keringanan atas perintah melaksanakan sholat fardhu tersebut. Hal ini disebabkan karena Nabi Muhammad selalu memikirkan dan mengkhawatirkan umatnya, dan disetiap permohonan keringanan itu Allah mengurangi 5 kali hingga akhirnya Allah SWT memperkenankan shalat 5 waktu sehari hingga sekarang. Jadi, shalat inilah yang menjadi inti dari peristiwa Isra’Mi’raj tersebut.

Shalat merupakan media untuk mencapai kesalehan spiritual individual yang berhubungan dengan Allah. Dan shalat juga menjadi sarana untuk menjadi keseimbangan tatanan masyarakat yang egaliter, beradab, kasih sayang, dan penuh kedamaian. Jadi, shalat disini memiliki dua dimensi bagi umat Islam yaitu dimensi habluminallah dan habluminannas.

Dalam perjalanan isra’ dan mi’raj Nabi Muhammad SAW, perintah sholat diwahyukan, kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan ibadah-ibadah wajib lainnya. Sehingga, dalam konteks spiritual-imaniyah maupun perspektif rasional-ilmiah, Isra’ Mi’raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi umat Islam dalam kehidupannya untuk selalu mengingat akan peritiwa penting perjuangan Nabi Muhammad SAW ketika melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj dan ketika Nabi Muhammad SAW menghadap langsung kepada Allah SWT tanpa adanya hijab yang menghalanginya.

Perintah shalat merupakan salah satu dari hikmah terjadinya Isra’ Mi’raj. Ia menggambarkan rambu-rambu jalan menuju Allah, menghadirkan jiwa dan ketulusan niat menjadi penempuh perjalanan spiritual seorang muslim, serta keharusan melepaskan diri dari segala sesuatu selain Allah. Maka, sampai pada satu kesimpulan, bahwa jika perjalanan hijrah menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin, maka Isra Mi’raj menjadi “puncak” perjalanan seorang hamba menuju kesempurnaan ruhani (spiritual).

By Musrifatun

About admin

Check Also

IMPLEMENTASI SANTRI LITERASI MENELADANI RASULULLAH SAW DALAM PERINGATAN MAULID NABI

Peringatan Maulid Nabi selalu disambut dengan meriah oleh umat Islam di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *