Home / Suara Santri / Puisi

Puisi

Suara NU untuk Negeri

Suara NU untuk Negeri Siapa kita... NU! NKRI.....Harga Mati! Pancasila...Jaya! Mau jadi apa, Indonesia tanpa Madrasah.. Mau jadi apa, anak bangsa tanpa Madrasah.. Indonesia tanpa Madrasah, akan hancur moral bangsa.. Permendikbud 23, ayo cabut sekarang juga.. Aju maju, kita lawan, tolak FDS sekarang juga Bukanlah aku bersorak karena aku gila, aku berteriak karena aku masih muda. Bagaimana orang tua mengeluarkan suara lantang, sedang aku hanya diam menikmati keadaan? Malu, malu jika ku hanya membisu dan terdiam.. Bukanlah aku mengangkat tangan karena sekedar ikut-ikut saja.. Kepalan tanganku keluar dengan semangat yang membara.. Karena aku tahu sudah waktunya para sesepuh melihat penerus yang teguh dan dipercaya.. Bukanlah aku ikut aksi karena sekedar gengsi.. Barisanku terdiri dari tua-muda, Banom-banom NU, pejabat-rakyat, kiai dan santri. Bukanlah aku ikut tanpa arah tujuan... Kami pertahankan Madin dari ancaman musnah peradaban Terkikisnya karakter di zaman yang serba edan Terjajahnya Indonesia dari pikiran dan pemahaman yang serba kebarat-baratan dan ketimur-timuran. Aku memang NU, tapi aku berjuang bukan atas namaku dan golonganku.. Aku mewakili kalian di jalan.. Aku hanya ingin mempertahankan pesan leluhurku : “Hubbun Wathon minal Iman.” Adakah kalian yang menertawakanku? Madin dan pesantren tempat lahirnya para pejuang kemerdekaan.. Mereka itu, mereka itu bagaimana? Pelajaran agama dianggap tidak relevan dengan zaman sehingga disepelekan.. Pendidikan yang dianggap serba kekurangan tetapi kurang diperhatikan.. Aku yang salah, atau mereka-mereka itu yang salah kaprah? Aku yang penuh ketidak tahuan, atau mereka-mereka yang mengatur kebijakan? Aku yang berbuat seenaknya, atau mereka-mereka itu yang ditentang 25.000 masa? Aku kerahkan tenagaku untuk negeriku Aku kobarkan semangatku untuk negeriku Aku lantangkan teriakanku untuk negeriku Adakah diantara kalian yang menertawakanku? Tidakkah keadaan negeri ini menjadi bukti yang terang? Tidakkah sejarah negara ini telah berbicara secara gamblang? Masihkan pemimpin-pemimpin itu bersikeras mempertahakan Kebijakan? Kami butuh Kiai dan santri Kami butuh madin dan pesantren Jika tak ada mereka, aku tidak tahu seperti apakah masa depan negeri ini.. Ditulis oleh : Arif ahmad

Read More »

Sabtu malam 

Disaat semua sirna Dimana keluarga lah yg menjadi ayunan kasih sayang Di malam sabtuku Saat bersama dengan keluargaku Heningan syahdu Nan menderu bergebu Malam sabtuku Terbersit debuan merbabu biru Dibelengguan telingaku Sakit.. Sabtu malamku Mendengar keluhan nan pemimpin dlm hidupku Bercakap seolah takan mampu Sabtu malamku.. Bergulir berbuai akan hentikan …

Read More »

Akhirku

​Iya  Benar Memang tak salah Itulah titik yang ku harapkan Di mana jeda tak akan terulang Dan koma pun hilang Jedaku adalah  Ketika dirimu  membiarkan telunjukku  berjarak dengan jari tengahmu Komaku adalah  Ketika diriku Menemukan inginku Dan kau datang menghentikan  Tanpa sepengetahuan Jangan datang  Jika jedamu membuatku hengkang Jangan datang …

Read More »

Luka Langit

Langit terlalu perasa, Ketika awan lembutnya terhentak petir Dia bisa menangis Dia bisa menjerit Dan dia juga bisa meronta Karna tak ada yang tau , Bahwa langit pun bisa juga terpuruk  Merasa lemah Jatuh tak berdaya Mungkin di depan semesta  Dia terlihat kokoh Terlihat seolah olah jalan lurus Tanpa terjal …

Read More »

Oplosan

Sebutan buatmu sang manusia Berbagai sifat berbagai karakter Ada dalam dirimu Syetaan Jin Iblis Ataupun engkau malaikat Semua ada dalam dirimu Kadang engkau muncul sebagai makhluk durjana Namun tak jarang kau sebagai makhluk bermakna Apa daya Apa respon Aku sangat bingung Melihat tingkahmu Namun semua itu Adalah karunia sang kholik …

Read More »

Karena Sinar Tak Akan Pudar

Teruntuk kegelapan sahabat luka Yang mengharap seberkas sinar datang Teruntuk pula sinar sang pelipur hati Yang sekarang hampir hilang Gelap Hitam Kelam Hanya itu yang terlihat nyata Ketika harapan pada sinar musnah seketika Mungkin sinar yang kau harap itu telah padam Sirna bersama tenggelam nya sang surya Lenyap bersama runtuhnya …

Read More »

AL FATTAH

logo pondok pesantren al fattah sukoharjo

Al fattah… engkau pelita hati bagai sinar mentari Tuk menyinari bumi Engkau lah … pencipta generasi penanam benih ilmu untuk masa depan nanti Al fattah.. engkau lahh.. tempat dimana para santri Mengukir ilmu agama Ilmu yg berguna untuk tabungan akhirat Karya = F.Hamdan.M

Read More »

Sang Maha Pencemburu

Masa ini, masih diantara orang-orang menulis rindu di kening dan mengetuknya di pintu langit. Diam mendamba sang maha Cinta, riuh dalam sujud tuk bersua dalam bisik do’a.  Ya muqolibal qulub, Ketika hati beralih pada lentera tak bertuan. Cambuklah diri yang tak ingat,  Bagaimana lembut tutur-Mu tersirat dalam sang furqon.  Bagaimana …

Read More »

Kiri

  Ketika waktu yang telah berlalu Jiwa ini hanya bisa diam membisu Memastikan Bahwa insan sangat malu   Dia yang tak pernah pergi Keberadaanya yang selalu aku lalui Membuat penyesalan tiada berarti   Dua sahabat yang tak menunggu Adanya aku yang menunggu Mendapat hadiah kiriku     Oleh: pujilestari   …

Read More »

Permata yang Hilang

Malam yang indah Berteman sepi ku berdoa Berteman sunyi ku memuja Membuka mata hati Saat mereka yang terbuai Bersimpuhku meminta Dalam gelap ku memuja Wahai engkau… Bangunlah.. Jangan buat permata indah itu Hilang dalam sanubarimu… By; Imroatul Mufidah

Read More »