Home / Kegiatan / Shalawat Bersama Masyarakat

Shalawat Bersama Masyarakat

Kamis malam Jum’at tanggal 28 April 2016 pondok pesantren Al-Fattah Krapyak, Kartasura, Sukoharjo melaksakan kegiatan rutin yaitu dzikir dan solawat bersama masyarakat yang dilaksakan setiap malam Jum’at wage dengan berpempat di masjid Nurul Iman.

Kegiatan shalawat tersebut diawali dengan pembacaan Ratibul Haddad yang dipimpin langsung oleh pengasuh pondok pesantren Al-Fattah, KH. Moh Mahbub S.Pd, M.Si dan diikuti oleh seluruh santri putra maupun putri serta masyarakat, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan sholawat barzanji, di iringi oleh grup hadroh samber nyowo, kelompok hadrah santri putra Pon.Pes Al Fattah yang pipimpin oleh Faiq dengan vocal Bambang Sutejo.

menjalin hubungan dengan masyarakat dengan bershalawat
menjalin hubungan dengan masyarakat dengan bershalawat

Seusai pembacaan dan kumandang shalawat, acara kemudian dilanjutkan dengan mauidhatun hasanah yang di sampaikan oleh KH. Moh Mahbub selaku pengasuh pondok, dan ceramah ini merupakan acara pamungkas dalam kegiatan malam itu. Dalam ceramahnya Sang kyai menyampaikan bahwa bulan Rajab merupakan salah satu bulan muharrom (yang dimuliakan) diantara bulan-bulan yang lain, jadi barang siapa yang beribadah dalam bulan ini, nilai kualitasnya sangat tinggi, karena pada bulan rajab banyak dimanfaatkan oleh umat islam untuk lebih meningkatkan beribadah kepada Allah dan rasulullah, dan mendorong untuk sebaik-baiknya beribadah pada bulan rajab, salah satu keistimewaan bulan rajab ada peristiwa peristiwa Isra’ Mi’raj pada tanggal 27 rajab dimana nabi diisra’kan oleh Allah setelah nabi merasakan kesedihan luar biasa karena, pada bulan rajab itu nabi ditinggal oleh dua orang yang sangat dicintai, yang pertama ditinggal oleh istrinya Khodijah dan yang kedua adalah pamannya yang bernama Abu Thalib, karena kesedihan itulah, maka oleh Allah meghendaki Nabi untuk Isra’ Mi’rajkan dari Mekkah ke Baitul Muqaddas, kemudian setelah itu dinaikkan ke Sidratul Muntaha, ketika memperoleh kesempatan Isra’ Mi’raj nabi muhammad awalnya mendapat perintah untuk melaksanankan sholat sebanyak 50 rakaat, kemudian setelah ada negosiasi akhirnya perintah untuk sholat menjadi 5 waktu.
Kemudian ceramahnya dilanjutkan tentang sholat. Ada tiga poin yang dibahas:
1. Sholat sebagai tiang agama
Sebagaimana halnya rumah, jika rumah tidak mempunyai tiang sebagai penyangga maka rumah tersebut tidak akan bisa berdiri kokoh, sama juga dengan agama islam, kalau orang islam tetapi tidak solat maka bisa dikatakan belum islam.
2. Sholat bisa mencegah dari keji dan mungkar
Sholat yang hanya dilakukan semata-mata untuk menggugurkan kewajibannya saja, tidak akan ada dampaknya.
3. Setelah meninggal manusia pasti ditanya “bagaimana sholatmu?”

Di akhir penyampaian ceramahnya, Maka dari itu mari perbaiki sholat kita sebelum sesuatu yang tidak kita inginkan akan terjadi terhadap kita sendiri, jika kita ingin mencapai syurga yang sejati maka harus rajin beribadah dan melakukan perbuatan baik serta menjauhi perbuatan yang mungkar.

About imroatul

Tak perlu bolang tuk mengerti keadaan dunia hanya butuh tulisan tuk menggenggamnya

Check Also

AKSI TOLAK FDS (FIVE DAY SCHOOL) Se-SOLO RAYA.

Sekitar 25 ribu warga NU (Nahdlatul Ulama) se-Solo raya melakukan aksi tolak five day school, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *