Home / Suara Santri / Bekal Kehidupan

Bekal Kehidupan

Wahai saudaraku, kehidupan ini hanya sebentar, tetapi amat sediktlah bekal yang telah engkau kumpulkan. Perut ini yang sering kau beri makan, tetapi akalmu amat kurang. Perjalanan kehidupanmu masih begitu panjang, tetapi amat sedikit amalmu dan amat panjang angan-anganmu. Janganlah engkau berlaku demikian, engkau memperbanyak mencari bekal untuk kehidupan jasadmu, tetapi engkau lupa akan bekal kehidupan ruhanimu. Berikanlah bagian makananmu kepada mereka yang patut diberi, maka hatimu akan lapang dan luas. Berusahalah agar engkau memberikan sedekahmu sebelum mereka meminta, karena sebaik-baik pemberian adalah apa yang datang sebelum diminta.

bekal hidup
Wahai saudaraku, berusahalah sekuat tenaga untuk beramal yang ihsan. Amal yang ihsan akan menjadikanmu orang yang rupawan di mata manusia dan Allah. Tebarkanlah amalmu diantara makhlukNya agar mereka mendapatkan hak-hak mereka. Kehidupanmu yang hanya sebentar ini, hendaklah engkau jadikan seperti para petani. Ia menaburkan benihnya disetiap musim yang satu dan memanennya di musim yang lainnya. Maka dari itu engkau harus menaburkan benih amal-amalmu di bumi ini agar kelak engkau dapat mengambil masa panen kehidupanmu. Tetapi jika engkau tidak menanam pada masa ini maka bagaimana mungkin engkau akan mendapatkan hasilnya di akhir nanti?
Wahai saudaraku, manakah yang lebih banyak diantara perhatianmu? Berapa banyak engkau memperhatikan amalmu daripada amal saudaramu? Berapa banyak engkau meneliti kesalahan dirimu daripada kesalahan saudaramu? Sudahkah engkau menimbang dan menghisab amalmu sebelum engkau ditimbang dan dihisab?
Wahai saudaraku, sudah berapa kali engkau mengacuhkan Rabmu yang selalu memperhatikanmu? Berapa banyak perhatian yang engkau harapkan dari Rabmu dari pada perhatian manusia? Jika engkau menganggap bahwa Rabmu tidak melihat pekerjaanmu, maka sungguh engkau adalah orang yang lalai. Tetapi jika engkau mengerti Allah melihatmu tetapi engkau berbuat durhaka maka sungguh engkau adalah orang yang tidak tahu malu. Sifat malu itu akan membuat kebaikan dalam seluruh amalmu. Jika engkau tidak mempunyai rasa malu didunia, apakah engkau tidak malu diakhirat nanti saat ditampakkannya semua amalmu?
Wahai saudaraku, bersyukurlah jika engkau dapat menangis karena mengingat Rabmu. Sesungguhnya setetes air matamu dapat menyelamatkan engkau pada hari dimana air mata tidak akan berarti. Menangislah dihadapan Rabmu, karena setiap tetes air mata kesedihanmu akan berubah menjadi sayap yang dapat membuatmu terbang tinggi menuju istana surgamu. Tetapi janganlah engkau banyak bersedih dihadapan saudaramu, agar engkau tidak menyakiti hati yang ingin mengasihimu.
Wahai saudaraku, engkau adalah harapan keluarga yang akan meninggalkanmu. Maka dari itu tunjukkanlah perjuangan yang terbaik kepada mereka sebelum mereka tiada. Jadilah pribadi yang kuat dan tegar seperti ayahmu, lemah-lembut seperti ibumu dan perhatian seperti kerabatmu. Karena suatu saat engkau akan memilki orang berharga yang harus kau lindungi dan menaruh harapan dipundakmu.
Wahai saudaraku, tahukah engkau bagaimana kedudukanmu di sisi Rabmu sekarang? Disaat engkau memakan rezeki-Nya, amat sedikitlah kau sisihkan untuk saudaramu. Disaat ia memanggilmu engkau tidak mau mendengar-Nya. Disaat engkau menemui dihadapan-Nya engkau teringat duniamu. Jika engkau ingin mencari bekal akhirat maka perbaikilah akhlakmu saat berkunjung kepada-Nya. Jenguklah saudaramu saat ia sakit, karena disitulah engkau akan menjumpai Rabmu. Jika engkau ingin mulia di pandangan Rabmu, maka jadilah orang yang mulia dipandangan makhluk-Nya.
Wahai saudaraku, menjadi musafir kehidupan memang melelahkan. Engkau harus berjalan sampai rumah masa depanmu. Barang siapa yang senantiasa membawa bekal taqwa dalam perjalannya, maka ia akan tersenyum saat usai perjalanannya. Barang siapa yang terus istiqomah dalam menyusuri jalan petunjuk-Nya, maka ia akan bahagia saat menjumpai akhir tempat tinggalnya. Barang siapa yang berjalan dengan rasa cinta pada Rabnya, maka Ia akan berkumpul dengan keluarga dan orang-orang yang dikasihinya.
Wahai saudaraku, setiap hari engkau masih diberikan kesempatan hidup oleh-Nya. Sebelum perjalanan ini usai, hadirkanlah Allah disetiap perjalananmu. Hidupmu berasal dari-Nya, hidupmu hanya untuk-Nya, dan engkau akan kembali kepada-Nya. Sungguh Ia amat memperhatikanmu, maka perhatikanlah Dia. Sungguh Ia amat rindu berjumpa dengan hamba-hamba-Nya. Ia ingin engkau sampai di rumah-Nya dan bertemu denganNya dengan penuh rasa kepuasan dan kebahagiaan, maka Ia memberikan banyak ujian yang akan mengangkat derajatmu di sisi-Nya.
Wahai saudarkau, perhatikan dan renungkanlah ayat ini. Sesungguhnya Rab kita yang paling Indah berfirman :
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku. (Surah Al Fajr 27-30)
Arif Ahmad

About Mella El Maula

menulis adalah proses mengabdikan diri

Check Also

PENERIMAAN SANTRI BARU PONPES AL FATTAH KARTASURA TAHUN AJARAN 2019

  Assalamualaikum wr.wb. Telah dibuka pendaftaran santri baru pondok pesantren Al-Fattah. Diasuh oleh Dr. KH …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *