Home / Suara Santri / Opini / Al-Qur’an Dokter Cinta Sang Kekasih

Al-Qur’an Dokter Cinta Sang Kekasih

Mengaji adalah kegiatan pokok dalam dunia pesantren, kegiatan ini juga wajib diikuti bagi setiap santri. Baik itu mengaji kitab ataupun Al-Qur’an. Suasana di kota santri itu sangat mengasyikkan. Mulai pagi hingga sore hari muda mudi berbusana rapi pulang pergi mengaji. Kita dibangunkan oleh dering bel agar segera beranjak dari tempat tidur, bangun mengambil wudhu tahajjud kemudian mengaji alqur’an.

 

Menggemakan Al-Qur’an merupakan rutinitas yang perlu dihidupkan dalam dunia pesantren. Siapa lagi yang akan membumikan Al-Qur’an kalau bukan diri kita sendiri, apalagi kita seorang santri yang hidup dalam lingkup pesantren. Santri itu Ikatan hatinya dengan AL-Qur’an haruslah erat. Karena santrilah yang memiliki peran lebih dalam membumikan AL-Qur’an dari pada orang-orang awam yang belum mengetahui apa yang dibicarakan dalam redaksi-redaksi Al-qur’an.

kitab suci pengobat hati orang-orang mukmin
kitab suci pengobat hati orang-orang mukmin.

Rasa memiliki dengan Al-qur’an jika telah melekat dalam relung hati akan terasa memiliki melebihi layaknya seorang kekasih. Yakin tidak ??? dikatakan possess nya melebihi seorang kekasih dikarenakan AL-Qur’an telah menyatu pada diri kita bagai layaknya seorang dokter yang setia mengobati pasien-pasiennya.

 

Ketika kita sibuk seharian sampai kita sulit menyempatkan waktu membaca Al-Qur’an, maka dalam benak pikiran dan hati kita terasa ada sesuatu yang  kurang dan mengganjal. Setelah kita tela’ah kita crosscheck kembali ternyata apa? Kita belum bertemu dengan seorang kekasih. Kekasih kita siapa?? Kekasih kita adalah penyejuk hati kita, penenang hati kita, kala hati risau tak menentu. Kala galau menghampiri kita pasti yang akan mengobati hati kita adalah seorang kekasih kita (dialah) berupa Kalamullah ‘Azza Wa Jalla (The holy a koran will always life in our heart).

 

Mengutip dari syair islami, “ tombo ati iku ono limang perkoro: kaping pisan moco qur’an sak maknane, kaping pindo sholat wengi lakonono, kaping telu wong kang sholeh kumpulono, kaping papat kudu weteng ingkang luwee, kaping limo dzikir wengi ingkang suwe”. Nah dari sya’ir islami berbahasa jawa tadi mengisyaratkan pada kita semua. Bahwa tips-tips pengobat hati yang pertama adalah membaca al-qur’an hingga mentadabbur isi dalam al-qur’an baru langkah-langkah berikutnya. Jadi tidak perlu sedih atau galau misal bagi santri apabila kirimannya agak telat atau kebanyakan tugas dan tekanan batin, mari kita yang menyandang status sebagai santri untuk menghidupkan suasana yang qur’ani.

 

Begitu pula dengan keamanan negeri kita yang akhir-akhir ini sendi-sendi kenegaraan sangat memprihatinkan keamanannya, baik faktor dalam negeri maupun luar negeri. Banyak genjatan-genjatan senjata di tanah air kita, orang asing yang secara perlahan ingin mengambil alih kenegaraan, menjajah lewat media masa, menjamurnya pergaulan bebas, maraknya penggunaan narkoba, LGBT, ancaman radikalisme, terorisme, sampai kesenjangan ekonomi dan sosial pula. Tanpa kita duga kita telah hanyut dalam tipu dayanya. Oleh sebab itu, kita kembali ke topik awal bahwa Al-Qur’an di turunkan sebagai pengobat dan pembawa rahmat bagi orang-orang mukmin “Maa huwa syifaa u wa rahmatul lil Mukminin”. Maka marilah kita mengobati negeri kita yang telah banyak paruh-paruh penyakit menyerangnya dengan barokahnya Al-Qur’an . Mari “gerakan nusantara mengaji” benar-benar kita tegakkkan demi membangun negeri kita agar tercipta negeri yang “baldatun thoyyibun wa robbun ghofur”.

About Zhuma El-Mozz

Menunggu kesempurnaan itu tiada ujungnya, bersyukurlah jalan yang utama.

Check Also

PERANAN SANTRI DAN PESANTREN DALAM UPAYA MENJAGA PERSATUAN INDONESIA MELALUI SIKAP TOLERANSI TERHADAP SESAMA

Pesantren merupakan wahana menempa diri yang di dalamnya terdapat berbagai macam dinamika pelatihan kehidupan yang …

3 comments

  1. sejelek apapun suara seseorang, akan menjadi indah saat membaca al quran… jika dibaca dengan tulus tentunya 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *