Home / Artikel / Teladan sepanjang Zaman

Teladan sepanjang Zaman

Pemenang lomba artikel juara dua
Pemenang lomba artikel juara dua

Penyair Ahmad Syauqi menggambarkan kelahiran Nabi Mulia itu dalam syairnya yang indah:
ولد الهدى فالكائنات ضياء     وفم الزمان تبسم وثناء
Telah dilahirkan seorang Nabi alam pun bercahaya
sang waktu pun tersenyum dan memuji
Kelahiran makhluk mulia yang ditunggu jagad raya membuat alam tersenyum, gembira dan memancarkan cahaya, beliau adalah Nabi Muhammad. Nabi Muhammad saw merupakan hamba Allah yang diberikan mukjizat salah satunya berupa Alqur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Nabi Muhammad selain sebagai seorang hamba, beliau juga sebagai seorang utusan Allah yang diberi tugas untuk mensyiarkan agama Islam. Seorang Rasul yang ditunggu oleh alam semesta untuk menghentikan semua kerusakan ini dan membawanya kepada cahaya ilahi. Nabi lahir ke dunia ketika  manusia berada dalam kegelapan syirik, tidak mengenal Tuhan mereka, mengalami krisis spiritual, dan moral yang luar biasa. Penyembahan terhadap berhala-berhala suatu kehormatan, perzinaan suatu kebanggaan, mabuk, merampok, dan membunuh merupakan hal yang sudah menjadi kebiasaan mereka. Di saat seperti ini Allah memberikan hidayah kepada mereka melalui kelahiran Nabi Muhammad SAW di jazirah Arab.
Nabi Muhammad SAW lahir di Mekah pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal atau bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi yaitu Tahun Gajah, yakni tahun datangnya pasukan gajah (dipimpin oleh Raja Abrahah dari Yaman) ke Mekkah dengan maksud untuk menghancurkan Ka’bah. Namun Allah SWT menghalangi maksud mereka itu dengan menghancur leburkan seluruh pasukan gajah tersebut. Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushayi bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luayy bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin ‘Adnan dan selanjutnya bertemu garis keturunan beliau dengan Nabi Ismail as.
Seperti yang sudah kita ketahui Nabi Muhammad, putra Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab adalah sosok yang dijaga oleh Allah dari segala hal kejelekan pergaulan Arab masa itu. Mulai dari pensucian hati dengan mengutus dua malaikat untuk membelah dada dan mengeluarkan bagian syetan yang wujud di dalam hatinya, sampai dengan Allah membantu beliau untuk keluar dari kepungan kafir Quraisy saat hijrah ke Madinah pada usia 53 tahun. Mendakwahkan Islam pada masa Arab dahulu tidak lah semudah membalikkan tangan. Namun dengan tuntunan Allah swt, Nabi Muhammad saw pun berhasil melaksanakan misi risalah yang diamanahkan kepadanya. Setelah melalui perjalanan dakwah dan jihad selama kurang lebih 23 tahun dengan berbagai macam rintangan dan hambatan yang menimpa Rasulullah saw berhasil mengeluarkan umat dan mengantarkan bangsa Arab dari penyembahan makhluk menuju kepada penyembahan Rabbnya makhluk, dari kezaliman jahiliyah menuju keadilan Islam. Allah swt berfirman dalam Q.S Al-Ahzab ayat 21 :
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswah hasanah (suri tauladan yang baik) bagimu (yaitu)  bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Keluhuran akhlak Nabi SAW ini adalah cermin yang bersih dan indah yang membawa kita untuk bisa berkaca dengannya di dalam kehidupan kita sesama manusia dalam segala lapisannya. Sebab akhlak Nabi adalah cerminan Al-Qur`an yang sesungguhnya. Bahkan beliau sendiri adalah Al-Qur`an hidup yang hadir di tengah-tengah umat manusia. Membaca dan menghayati akhlak beliau berarti membaca dan menghayati isi kandungan Al-Qur`an. Itulah kenapa ‘Aisyah sampai berkata:
كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنْ
“akhlak Nabi adalah Al-Quran.”
Seperti kisah seorang pemuda yang bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai kepastian janji Allah tentang perbuatan sekecil apapun akan mendapatkan balasannya dan perbuatan buruk pun mendapat balasannya pula. Seketika itu pemuda tersebut bertambah risau karena jawaban beliau, kemudian beliau bertanya “ wahai pemuda, apakah gerangan yang membuatmu begitu risau ?, dan mengapa kamu bertanya demikian ?
Pemuda menjawab dengan suara pelan,: “wahai Rasulullah, akau merisaukan perbuatan-perbuatan dosaku, yang aku pun tak sanggup untuk menghitungnya, sungguh berbuat dosa itu bisa sangat tak terasa, aku khawatir akan balasannya si isunia maupun si akhirat kelak.”
Rasulullah menatap pemuda tersebut dengan pandangan teduh dan senyum yang menentramkan hati, kemudian balik bertanya: “wahai pemuda, apakah kamu pernah sakit, pernah dikhianati, didzolimi pernah tak enak hati, pernah gundah tanpa sebab yang pasti, pernah mendapat masalah yang  besar?”
Pemuda tersebut menganggukkan” tentu saja ya Rasulullah”
Dengan jawaban ini pemuda tersebut berurai air mata karena bersyukur dan baru menyadari bahwa segala hal yang dianggapnya musibah, masalah dan petaka dalam hidup, ternyata adalah karunia yang dihadirkan untuk menggugurkan dosa-dosanya.
Subhanallah betapa akhlak karimah menjadi kunci keberhasilan beliau membangun bangsa dari kenistaan kearah keniscayaan. Manusia yang berakhlak baik adalah orang yang tidak berlaku melampaui batas, dan juga tidak menyia-nyiakan suatu hal yang bermanfaat. Maka dari itu, sudah sepantasnya kita berusaha untuk mencontoh akhlak Nabi.

By :Farichah

About admin

Check Also

IMPLEMENTASI SANTRI LITERASI MENELADANI RASULULLAH SAW DALAM PERINGATAN MAULID NABI

Peringatan Maulid Nabi selalu disambut dengan meriah oleh umat Islam di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *