Home / Artikel / Merayakan Kelahiran

Merayakan Kelahiran

pemenang lomba menulis artikel juara 1
pemenang lomba menulis artikel juara 1

Sebulan yang lalu, saudara saya melahirkan seorang anak laki-laki. Sebelumnya, banyak saudara yang bertanya perihal kelahirannya termasuk saya. Saya bertanya bagaimana keadaanya dan kapan lahirnya. Saat anak itu lahir ucapan selamat, pemberian hadiah, dan do’a tidak hentinya diberikan pada sang anak dan keluarganya. Kelahiran seorang anak disambut dengan suka cita. Pada anaklah harapan, cita-cita, dan do’a yang terbaik banyak digantungkan. Anak bagaikan pencapaian, identitas, dan kehormatan bagi orang tua, maupun keluarga.
Begitu pula saat Nabi Muhammad SAW lahir. Kelahirannya disambut dengan kebahagiaan orang tua beliau serta keluarganya. Kehadiran Muhammad menjadi jalan lebar umat Islam melangkah dari masa jahiliyah ke masa yang tertuntun dan terarah oleh sebaik-baiknya tuntunan dan teladan. Hingga saat ini, kelahirannya dirindui setiap umatnya. Bahkan pada umat yang jauh ratusan tahun baru lahir setelah nabi Muhammad. Setiap masuk bukan Rabi’ul Awal semua orang berlomba memaknainya dengan caranya masing-masing.
Pembuka jalan
Jazirah Arab terkenal akan tempatnya yang berbukit batu dan bergurun pasir. Disana lahirlah seorang anak yang yatim saat baru dua bulan dikandungan ibundanya. Anak itulah yang nantinya menjadi pembuka jalan umatnya. Dialah Muhammad. Nabi terakhir yang membawa umatnya dari jaman jahiliyah ke jaman yang maju berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah.
Sejak kecil sudah banyak merasakan penderitaan. Ditinggal kedua orang tuanya saat masih belia. Berturut-turut ditinggal orang-orang yang mendukungnya. Beliau menjadi sosok tauladan yang tegar. Umatnya dituntun untuk menjadi manusia yang berusaha walaupun dalam keadaan sempit. Manusia yang mau ‘berhijrah’ agar tidak terus-terusan terkungkung dalam kubungan kebodohan. Manusia yang mengerti atau ‘alim perpaduan dari tekun dan tahu. Tahu saja tanpa dibarengi tekun akan menjadi manusia sok tahu. Dan tekun saja tanpa tahu membuat orang menemui kebuntuan.
Identitas
Jauh-jauh hari sebelum tiba maulidan teman-teman saya sudah banyak yang mengirim broadcast di grup Whatsapp. Isinya tentang jadwal sholawatan rutin ke duabelas tempat dari tanggal satu sampai dua belas Rabi’ul Awal. Di grup lain, teman-teman yang tidak setuju mengenai sholawatan juga mengadakan kajian mengenai kehidupan Nabi. Menelaah lalu meneladani. Semua menyambut hari itu dengan antusias dan gembira.
Seorang hidup butuh identitas. Butuh diakui. Identitas umat Islam adalah Nabi Muhammad. Semua orang mencoba diakui identitasnya sebagai umat Islam dengan menjunjung Junjungannya yaitu Nabi Muhammad. Hingga hari ini pun, semua orang merindui juga mencintai Nabi Muhammad. Orang-orang yang lahir jauh setelah beliau masih tetap saja mencintainya. Kepopuleran dan eksistensinya sudah tersiar seantero jagat raya.
Kehormatan
Dimana mana sesama saudara/Saling cakar berebut benar/Sambil terus berbuat kesalahan/Quran dan sabdamu hanyalah kendaraan/Masing-masing mereka yang berkepentingan// itulah sepenggal sajak Aku merindukanmu o, Muhammadku karya A. Mustofa Bisri dalam kompilasi Album Sajak-sajak A. Musofa Bisri.
Dewasa ini kita dihadapkan pada pemenuhan identitas yang berujung penghormatan atau kepatuhan pada sesuatu di semua lini kehidupan. Menjaga marwah Nabi adalah wajib, membelanya juga wajib. Tapi saat ini cara-cara yang banal lebih sering dilakukan daripada cara-cara yang damai dan tenang. Kita perlu meneladani Nabi yang memperlakukan orang tua Yahudi buta yang terus menghina beliau. Bukannya dibalas tapi Nabi tetap mencintai orang Yahudi tersebut bahkan menyuapinya saat makan.
Itulah cara Nabi yang ‘adem’ agar dihormati. Memanusiakan manusia saat ini menjadi hal penting dalam hal hormat-menghormati. Maka menghormati semua manusia tanpa membedakan kelas sosial, agama, ras dan perbedaan lainnya adalah perbuatan terpuji. Selamat mengulang hari lahir, Ya Muhammad-ku!
Oleh Priastriana Nur F.

About admin

Check Also

IMPLEMENTASI SANTRI LITERASI MENELADANI RASULULLAH SAW DALAM PERINGATAN MAULID NABI

Peringatan Maulid Nabi selalu disambut dengan meriah oleh umat Islam di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *