Home / Suara Santri / Puisi / Pusaka Mata Hati

Pusaka Mata Hati

santri sedang mengaji Al Qur'an
Tak terlintas sedikitpun
Dalam bekakku hanya terhempas
Bagai kelabu dimalam bisu
Kuterhenyut dalam nanda-nada indah
Terpukau akan keindahannya
Laksana intan permata
Akan keindahan syurgawi
Tersenyumku dalam sukma
Atas keindahan itu

Menangisku dalam luka
Terlenaku dalam peluknya
Kuterhempas bak perahu ditengah samudra
Dalam diam ku menatap
Dalam sepi ku menangis
Mengingat pusakaku yang hilang

Dalam permai ku berbakti
Dalam doa ku memuja
Dalam keindahan ku lantunkan
Karnamulah petunjuk mata hati
Dan sandaran bagi umat

About imroatul

Tak perlu bolang tuk mengerti keadaan dunia hanya butuh tulisan tuk menggenggamnya

Check Also

Suara NU untuk Negeri

Suara NU untuk Negeri Siapa kita... NU! NKRI.....Harga Mati! Pancasila...Jaya! Mau jadi apa, Indonesia tanpa Madrasah.. Mau jadi apa, anak bangsa tanpa Madrasah.. Indonesia tanpa Madrasah, akan hancur moral bangsa.. Permendikbud 23, ayo cabut sekarang juga.. Aju maju, kita lawan, tolak FDS sekarang juga Bukanlah aku bersorak karena aku gila, aku berteriak karena aku masih muda. Bagaimana orang tua mengeluarkan suara lantang, sedang aku hanya diam menikmati keadaan? Malu, malu jika ku hanya membisu dan terdiam.. Bukanlah aku mengangkat tangan karena sekedar ikut-ikut saja.. Kepalan tanganku keluar dengan semangat yang membara.. Karena aku tahu sudah waktunya para sesepuh melihat penerus yang teguh dan dipercaya.. Bukanlah aku ikut aksi karena sekedar gengsi.. Barisanku terdiri dari tua-muda, Banom-banom NU, pejabat-rakyat, kiai dan santri. Bukanlah aku ikut tanpa arah tujuan... Kami pertahankan Madin dari ancaman musnah peradaban Terkikisnya karakter di zaman yang serba edan Terjajahnya Indonesia dari pikiran dan pemahaman yang serba kebarat-baratan dan ketimur-timuran. Aku memang NU, tapi aku berjuang bukan atas namaku dan golonganku.. Aku mewakili kalian di jalan.. Aku hanya ingin mempertahankan pesan leluhurku : “Hubbun Wathon minal Iman.” Adakah kalian yang menertawakanku? Madin dan pesantren tempat lahirnya para pejuang kemerdekaan.. Mereka itu, mereka itu bagaimana? Pelajaran agama dianggap tidak relevan dengan zaman sehingga disepelekan.. Pendidikan yang dianggap serba kekurangan tetapi kurang diperhatikan.. Aku yang salah, atau mereka-mereka itu yang salah kaprah? Aku yang penuh ketidak tahuan, atau mereka-mereka yang mengatur kebijakan? Aku yang berbuat seenaknya, atau mereka-mereka itu yang ditentang 25.000 masa? Aku kerahkan tenagaku untuk negeriku Aku kobarkan semangatku untuk negeriku Aku lantangkan teriakanku untuk negeriku Adakah diantara kalian yang menertawakanku? Tidakkah keadaan negeri ini menjadi bukti yang terang? Tidakkah sejarah negara ini telah berbicara secara gamblang? Masihkan pemimpin-pemimpin itu bersikeras mempertahakan Kebijakan? Kami butuh Kiai dan santri Kami butuh madin dan pesantren Jika tak ada mereka, aku tidak tahu seperti apakah masa depan negeri ini.. Ditulis oleh : Arif ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *